LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Keluarga terjebak banjir saat selfie di Sungai Pandan Mojokerto

Sembilan wisatawan dari dua keluarga ini awalnya ingin rekreasi ke Pacet, namun tujuan yang dimaksud sudah penuh. Evakuasi kedua keluarga ini berlangsung dramatis selama satu jam.

2017-03-05 19:18:51
Banjir
Advertisement

Delapan orang dan satu balita, terjebak banjir dan nyaris hanyut, saat foto selfie di tengah sungai Pandan, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu sore (5/3). Proses penyelamatan berlangsung dramatis karena hanya menggunakan tali tampar dan ban bekas.

Dari pantauan merdeka.com, ada dua keluarga yang terjebak di tengah banjir Sungai Pandan. Satu keluarga asal Kelurahan Kendangsari, Kecamatan Rungkut, Surabaya, yakni Luluk (50), Lilik (46), Tisya (17), Arin (12) Reza Erdiansyah (17), Ilham (16), serta balita bernama Keyla (4). Selain itu, Novi (44) dan Eno (7), warga Gedeg, Kabupaten Mojokerto.

Reza menceritakan, saat banjir datang mereka berada di tengah Sungai Pandan sedang berfoto selfie bersama keluarganya. Sekitar 20 menit berfoto, tiba tiba air bah datang. Air sungai keruh dan naik dengan cepat sehingga mereka tidak bisa menyelamatkan diri.

"Saya tahu air mulai keruh dan meluap, saya ajak keluarga untuk menepi, tapi baru berjalan bebarapa langkah, arus air sudah sangat deras dan kami kembali ke tengah dan bertahan di batu besar," jelas Reza.

Sementara Novi dan anaknya Eno, yang berjarak sekitar 5 meter dari Reza dan keluarganya, memilih naik di atas batu dan berpegangan ranting pohon beringin yang kebetulan menjulur ke sungai. Mereka hanya bisa bertahan sambil berteriak minta tolong kepada warga sekitar lokasi.

"Saya sangat panik dan hanya bisa berteriak minta tolong, keluarga saya hanya bisa berdoa," tambah Reza.

Masih kata Reza, sebelumnya, dia bersama keluarganya, akan berwisata ke Pacet Minipark. Saat tiba di lokasi wisata sekitar pukul 10.00 WIB, ternyata sudah penuh, kemudian keluarganya mencari alternatif lain dan memilih wisata di Sungai Pandan yang saat itu airnya masih surut.

"Awalnya kita ke Pacet Minipark, tapi karena sudah penuh, kita memilih kesini," tambahnya.

Sementara beberapa warga yang kebetulan berada di lokasi berusaha menyelematkan mereka. Warga akhirnya menggunakan tali tampar dan ban bekas untuk proses penyelamatan warga yang terjebak.

"Proses penyelamatanya cukup lama mas, sekitar satu jam. Ini karena warga hanya menggunakan alat seadanya tali dan dan bekas," kata Basori, Kepala Dusun Tanjunganom.

Untuk proses evakuasi warga yang terjebak banjir, tali tampar sepanjang sekitar 100 meter, diikatkan di pohon pinggir sungai, sementara sisi yang lain diikat di batu besar. Kemudian satu persatu dari sembilan orang terjebak ditarik warga ke pinggir.

"Warga berpegangan tali ke tengah sungai dan menarik satu persatu warga yang terjebak banjir," terang Basori.

Setelah berhasil dievakuasi dari banjir di tengah sungai, dua keluarga yang sempat terjebak banjir ini kembali pulang karena tidak mengalami luka.

"Kita istirahat sebentar, setelah tenang kita akan kembali pulang ke Surabaya," pungkas Reza.

(mdk/cob)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.