LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

2 Kali Adian Napitupulu urusan sama Paspampres gara-gara penampilan

2 Kali Adian Napitupulu urusan sama Paspampres gara-gara penampilan. Adian mengaku diundang resmi untuk berdiskusi dan mendengarkan aspirasi masyarakat suku Amungme oleh deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Danny Jaleswari Pramudhawardani. Namun dia malah dilarang masuk gara-gara pakai celana jins.

2017-03-18 08:07:00
Adian Napitupulu
Advertisement

Anggota DPR dari PDIP Adian Napitupulu dilarang masuk oleh Paspampres saat menghadiri undangan diskusi terkait Freeport di Bina Graha, Kompleks Istana Negara. Adian mengaku diundang resmi untuk berdiskusi dan mendengarkan aspirasi masyarakat suku Amungme oleh deputi V Kepala Staf Kepresidenan, Danny Jaleswari Pramudhawardani. Namun dia malah dilarang masuk gara-gara pakai celana jins.

"Undangan itu jelas mengundang saya sebagai anggota Komisi VII DPR RI, komisi yang secara tupoksinya sangat terkait dengan Freeport. Tapi setelah saya sampai di gedung binagraha petugas di sana melarang saya masuk, alasannya pelarangan itu karena saya pakai celana jeans," tutur Adian.

Dia menilai tindakan pelarangan itu sangat berlebihan. Menurutnya acara diskusi itu bukan acara kenegaraan resmi. Tak disebutkan juga dress code yang harus dikenakan.

"Saya sudah tunjukkan undangan resmi, tidak ada dress code di sana dan kehadiran saya dalam kapasitas sebagai anggota Komisi VII DPR RI. Mereka tidak peduli dan tetap melarang saya masuk," keluhnya.

Adian coba menghubungi Deputi V KSP. Setelah menunggu beberapa waktu, dua orang staf dari Kepala Staf Presiden (KSP) turun dan meminta dia masuk tapi ternyata tetap ditolak oleh Paspampres. Bahkan Paspampres meminta staf KSP dan Adian untuk menghadap serta mohon izin ke Danplek Bina Graha.

Adian protes atas perlakuan ini. Dia menilai bukan tugas Paspampres menilai pakaian tamu yang mau masuk kompleks Istana. "Jika ini terus dibiarkan bukan tidak mungkin nanti masuk Istana pun kita harus jalan jongkok seperti masuk istana Raja zaman dulu. Mungkin kalau saya datang untuk berdagang dengan cincin emas dan jam rolex akan bisa masuk lebih mudah" ujar Adian.

Kejadian penampilan Adian dengan Paspampres bukan kali ini saja. Pada 2014 silam, Adian juga berurusan dengan Paspamres akibat pakaian.

Peristiwa itu terjadi saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) baru terpilih. Jokowi menghadiri peluncuran lagu 'Indonesia Wow' karya band Slank. Acara peluncuran ini dilakukan di Gedung RRI, Jl Medan Merdeka Barat.

Latar belakang penciptaan lagu ini tidak lepas dari inspirasi Hermawan Kertajaya selaku pendiri and CEO MarkPlus yang kemudian disambut baik oleh Slank. Alasan pemilihan Slank karena band berusia tiga dekade lebih ini selalu menyuarakan suara hati rakyat lewat musiknya.

Ceritanya, Adian datang ke lokasi tersebut namun diminta meninggalkan lokasi oleh Paspampres. Menurut Adian, alasan paspampres mengusirnya lantaran dirinya mengenakan jaket kulit berwarna hitam yang memang menjadi kostum keseharian mantan aktivis 98 ini. Adian mengklaim bahwa dirinya mendapat undangan dari pihak penyelenggara acara.

"Saya ke acara itu karena undangan resmi yang dikirimkan manajemen Pulau Biru," kata Adian.

Adian mengaku tidak terdapat aturan mengenakan kostum atau dress code tertentu untuk bisa hadir dalam acara tersebut. Oleh sebab itu dirinya menggunakan kostum kesehariannya menggunakan jaket kulit berwarna hitam.

"Acara itu bukan acara formal kenegaraan tetapi acara peluncuran lagu baru oleh Slank. Para undangan yang datang menggunakan berbagai macam jenis dan model pakaian ada jas, batik, kemeja tapi tidak sedikit juga yang gunakan kaos oblong bahkan kaos you can see hingga rok mini di atas lutut," tutur Adian.

Adian mengaku tersinggung dengan perlakuan anggota Paspampres tersebut lantaran dirinya adalah anggota DPR terpilih yang juga merupakan anggota tim debat Jokowi-JK semasa kampanye pilpres. Adian menegaskan bahwa kecurigaan Paspampres terhadap dirinya dinilai tak beralasan karena dirinya tidak mungkin melakukan hal-hal negatif terhadap Jokowi.

"Saya adalah anggota DPR RI terpilih, tim debat Jokowi dari Cemara 19 sekaligus sebagai Jurkamnas PDI Perjuangan sehingga sangat tidak ada alasan saya dicurigai berpotensi melakukan hal negatif terhadap Jokowi," tegas Adian.

(mdk/eko)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.