16 Jam berlalu, api di Wisma Kosgoro masih berkobar
Meski sudah mulai kelelahan akibat berjam-jam memadamkan api, namun semangat para petugas tak pernah surut.
Wisma Kosgoro, salah satu gedung perkantoran di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, terbakar. Api dengan berkobar di lantai 16 bangunan tersebut. Kejadian ini menimbulkan kepanikan sejumlah karyawan dan berlarian menuju tangga darurat.
Kebakaran dilaporkan terjadi sejak Senin (9/3) sore sekitar pukul 18.30 WIB. Api langsung berkobar dan menghanguskan sejumlah benda yang berada di dalam bangunan tersebut.
"Kantor kebakaran di lantai 16, panik lari dari lantai 19 ke ground (lantai dasar)," tulis salah satu pegawai kantor di Wisma Kosgoro melalui akun Twitter miliknya @junussembiring.
Menerima laporan tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran DKI Jakarta langsung bereaksi dengan menerjunkan 16 unit mobil pemadam. Meski begitu, api dengan cepat merembet ke empat lantai di atasnya.
Api yang membesar membuat kaca-kaca yang terpasang di sisi bangunan mulai retak dan berjatuhan. Tak hanya itu, serpihan kertas maupun benda-benda lain terus berjatuhan akibat tiupan angin yang begitu kencang. Pegawai dan warga sekitar dilarang mendekat dari jarak 200 meter.
Melihat api makin sulit dikuasai, Dinas Damkar DKI Jakarta menambah kekuatan hingga 30 mobil pemadam pada pukul 19.47 WIB. Namun, api terus menjalar hingga ke lantai 18 dan 19 gedung tersebut.
Kurangnya hydrant untuk membantu pemadaman membuat petugas menggunakan air dari kolam air mancur Bundaran Hotel Indonesia. Tindakan ini dilakukan agar Dinas Damkar tidak kekurangan air untuk mencegah amukan si jago merah membesar.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana DKI Jakarta Subejo memastikan petugas tidak kekurangan air untuk memadamkan amukan si jago merah.
"Kita sedot dari situ tuh air mancur (Bundaran Hotel Indonesia), air enggak kekurangan, kita banyak. Kalau masih kurang pakai air mancur yang di situ (Patung Kuda)," ujarnya di lokasi.
Tak hanya itu, Dinas Damkar juga mengerahkan mobil dengan tangga panjang Bronto Skylift sudah hadir di lokasi. Namun saat dicoba digunakan, terjadi kebocoran dari sambungan selang.
"Mobil ini baru, baru dipakai dan baru dites. Kalau bocor begini kurang tekanan, jadi kurang maksimal," kata Kasudin Pemadam Kebakaran Jakbar Pardjoko yang ikut membantu pemadaman.
Kebakaran ini menarik perhatian masyarakat dan karyawan sekitar gedung tersebut. Mereka sempat berkerumun menyaksikan upaya pemadaman. Bahkan, Wakil Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin dan Lurah Gondangdia, Susan Jasmine Zulkifli berada di lokasi untuk memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
"Saya hanya memantau saja, karena ini butuh keahlian khusus, team rescue sudah masuk ke dalam," ujar Arifin di lokasi.
"Setengah 7 malam saya dapat info langsung saya ke lokasi. Dilihat dari belakang jelas kobaran apinya," tutur Susan.
Dari hasil penelusuran pemerintah, instalasi listrik yang terpasang pada bangunan milik menteri zaman Soeharto, Hayono Isman ini pernah ditegur Sudin Damkar Jakarta Pusat sejak 2005.
"Kalau tidak memenuhi syarat dan membangkang pasti ada sanksi. Instalasinya ternyata memang banyak yang tidak laik. Ya, akan ada teguran ke pengelola gedung karena itu," tegas Wali Kota Jakarta Pusat Mangara Pardede.
Di tempat yang sama, politikus Demokrat Hayono Isman yang merupakan pemilik gedung mengaku tidak tahu pihaknya pernah mendapat teguran. "Kalau hidrannya enggak jalan, pasti gedung ini habis terbakar. Tanya direksilah. Kalau sistem. Sekali lagi saya terima kasih," ujarnya.
Api yang berkobar di Wisma Kosgoro sempat berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB. Upaya pendinginan pun segera dilakukan petugas di dua lantai yang terbakar. Hal ini sempat disampaikan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah (Damkar PB) DKI Jakarta, Subejo.
"Sudah mulai sebagian tempat pendinginan. Sekarang kita masih dalam pendinginan," ujarnya di di lokasi, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Dia menjelaskan, penyebab lamanya proses pemadaman karena penyemprotan api dilakukan dari luar.
"Ada beberapa kendala yang kami hadapi. Salah satunya adalah pecahan kaca yang merobek selang-selang air sehingga harus diganti terus menerus. Juga Bronto Skylift yang kami punya untuk sementara di tempatkan di Ciracas. Itu yang membuat sedikit terlambat tiba di lokasi tadi sore," terang Subejo.
Tak lama setelah pernyataan tersebut, empat jam kemudian atau tempatnya pukul 08.00 WIB api kembali berkobar. Hingga kini, meski sudah mencapai 16 jam, petugas masih berupaya keras untuk memadamkan api.
Meski sudah mulai kelelahan akibat berjam-jam memadamkan api, namun semangat para petugas tak pernah surut. Mereka tetap bekerja keras agar api tak lagi membesar.
Meski kebakaran hebat terjadi di Wisma Kosgoro, para pekerja proyek MRT di Jalan MH Thamrin tidak terpengaruh. Mereka tetap sibuk bekerja seperti biasa.
Baca juga:
JK mau tiap gedung dilengkapi alat pemadam kebakaran canggih
Polisi periksa satpam gedung terkait kebakaran di Wisma Kosgoro
Ini tips selamatkan diri jika terjadi kebakaran di gedung tinggi
Pegawai di Wisma Kosgoro hanya meratap kantornya terbakar
Sisa kebakaran di Wisma Kosgoro jadi tempat selfie warga
Skylift, penolong tambahan untuk pemadaman kebakaran
Kebakaran Wisma Kosgoro, Dinas Pemadam DKI wanti pemilik gedung tua