LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

15 Bahasa daerah di Indonesia punah, 139 terancam lenyap

Dari 15 bahasa yang punah kebanyakan berasal dari Maluku, dan Papua.

2016-08-02 13:23:05
Bahasa
Advertisement

Indonesia sebagai negara terbesar kedua akan keragaman bahasa mulai tergerus. Saat ini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Budaya mencatat 15 bahasa daerah di Indonesia yang ada telah punah.

Adapun 139 bahasa terancam punah. Yang terancam ini masuk dalam beberapa kategori seperti aman, stabil tapi ada penurunan, dan terancam punah.

"Kalau terancam punah angkanya mencapai 139. Ini hitungan kami, karena kalau di luar penghitungannya ada yang mencapai 178. Sedangkan yang punah mencapai 15 bahasa daerah," kata Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Dadang Suhendar, usai menghadiri Kongres Bahasa Daerah Nusantara, di Gedung Merdeka, Jalan Asia Afrika, Kota Bandung, Selasa (2/8).

Dari 15 bahasa yang punah kebanyakan berasal dari Maluku, dan Papua. Beberapa penyebab punahnya bahasa daerah tersebut lantaran sedikitnya pengguna penuturan.

Dadang menambahkan, catatan terakhir hingga 2015 ada 617 bahasa daerah yang teridentifikasi di Indonesia. Jumlah itu 13 di antaranya penuturannya digunakan lebih dari satu juta jiwa.

"Kaya Jawa dan Sunda yang saya rasa itu merupakan terbesar," ungkapnya.

Agar bahasa daerah tetap terjaga seperti yang diamanatkan dalam Undang-Undang nomor 24 tahun 2009, Dadang mengingatkan pada Pemerintah Daerah untuk membina bahasa daerah agar tidak punah.

"Banyak kita lakukan pengembangan dan pelindungan bahasa daerah. Kan Undang-undang 24 nomor 2009. Pemda wajib membina bahasa daerah bekerja sama dengan lembaga kebahasaan," terangnya.

Melalui Kongres Bahasa Daerah Nusantara (KBDN) yang diselenggarakan pada 2 hingga 4 Agustus mendatang, beberapa stakeholder akan dilibatkan mulai dari peneliti, pendidik, mahasiswa, jurnalis, seniman akan akan mengamplifikasi gerakan cinta bahasa daerah.

Bersamaan dengan kongres ini berkat kerja sama Pemprov Jabar dan Yayasan Kebudayaan Rancage menganugerahkan Hadiah Satera Rancage untuk sastrawan Sundan, Jawa, Bali dan Batak serta hadiah Hardjapamekas untuk guru Bahasa Sunda.

Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, bahasa daerah adalah lambang, penghubung, dan pendukung identitas bahasa Indonesia. Makannya penyelamatan bahasa daerah sangat penting. "Pemprov Jabar pertama kali menggelar kongres bahasa daerah nusantara untuk tetap menjaga pelestarian bahasa," tandas Deddy.

Baca juga:
Kuasai satu dari 5 bahasa ini, pekerjaan bergaji tinggi menanti
Bupati Dedi ingin bahasa sunda jadi bahasa pergaulan
Pelesir ke Singapura? Jangan Lupa Coba 'Singlish'
Silbo, bahasa unik dan eksotis yang berupa siulan

(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.