122 Tahun berdiri, kondisi Museum Radya Pustaka memprihatinkan
Museum tersebut merupakan museum tertua di Indonesia.
Peringatan berdirinya Museum Radya Pustaka Solo ke 122 tahun digelar hari ini meski sebenarnya hari jadi museum itu jatuh pada Minggu (28/10) kemarin. Acara ditandai dengan pemotongan tumpeng secara sederhana oleh Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo di halaman museum.
Di usianya yang ke 122 tahun, museum tertua di Indonesia itu, seharusnya mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah. Selain bangunan fisik yang sudah dalam kondisi memprihatinkan, kondisi ruangan museum dinilai sudah tak mampu menampung koleksi benda-benda cagar budaya yang ada.
Ironisnya, renovasi yang diagendakan pemerintah dengan anggaran Rp 3 miliar belum juga terlaksana.
"Sebenarnya sudah kita siapkan rencana renovasi, tapi masih terkendala status tanah. Kita sudah perintahkan Komite Museum Radya Pustaka untuk segera menyelesaikannya" ujar FX Hadi Rudyatmo, kepada wartawan di Solo, Senin (29/10).
Menurut Rudy, Museum Radya Pustaka sudah menjadi aset negara, karena termasuk kawasan cagar budaya. Karena itu, untuk merenovasinya sebenarnya tak akan serumit jika masih menjadi milik perseorangan.
Sementara itu, untuk mempercepat proses renovasi, Komite Radya Pustaka berjanji akan segera mengurus status tanah museum.
"Minggu depan kita segera urus, ini kita siapkan dulu. Harapan kita tahun ini juga akan selesai. Sehingga renovasi museum akan bisa segera kita lakukan" kata Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka Jaka Darjata.(mdk/dan)