1.213 Personel polisi amankan rekapitulasi suara Pilgub Jatim
Polisi menjaga pelaksanaan rekapitulasi agar aman dan kondusif.
Sebanyak 1.213 aparat kepolisian dari Polda Jatim, Polrestabes Surabaya dan Polsek jajaran disiagakan untuk mengamankan penghitungan dan rekapitulasi suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur di Hotel Shangrila Surabaya, Sabtu (7/9).
Kasubbag Humas Polrestabes Surabaya Komisaris Polisi Suparti mengatakan pengamanan dilakukan di seputar lokasi, baik di dalam maupun di luar lokasi. Sistemnya juga terbuka (berseragam lengkap) dan tertutup (tidak berpakaian seragam).
"Pengamanan terbuka dari Satuan Sabhara, Brimob, Lalu Lintas dan sejumlah satuan lainnya, sedangkan pengamanan tertutup dari Reserse Kriminal dan Intelijen," katanya seperti dilansir dari Antara.
Sejumlah kendaraan polisi juga disiagakan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Kendati demikian, pihaknya yakin keadaan kondusif, aman dan tertib.
Para personel juga disiapkan peralatan lengkap, sesuai Standar Operasi Prosedur (SOP), seperti mobil "water cannon", ambulans, K-9, tim negosiator serta tim handak maupun dalmas.
"Intinya, polisi menjaga pelaksanaan rekapitulasi agar aman dan kondusif. Selain itu, kami sudah siapkan ratusan personel yang siap 'on call' atau dihubungi sewaktu-waktu di mako," kata mantan Kapolsek Asemrowo tersebut.
Rekapitulasi penghitungan suara sekaligus penetapan hasil Pilkada Jatim yang digelar 29 Agustus lalu diumumkan pada 7 September.
Empat pasangan calon, yakni Soekarwo-Saifullah Yusuf (Karsa), Eggi Sudjana-M Sihat (Beres), Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah (Bambang-Said) dan Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja (Berkah) dijadwalkan hadir. Dalam pengumuman resmi itu, KPU Jatim mengundang tokoh masyarakat provinsi, tim sukses pasangan calon, partai politik se-Jawa Timur, Kapolda Jatim, dan pimpinan atau ketua organisasi massa di Jatim, serta Pimpinan DPRD Jatim.(mdk/has)