1.200 Murid SD mainkan games antikorupsi di Makassar
Mereka mainkan games antikorupsi dan berhasil pecahkan rekor MURI kategori menyebarluaskan pesan antikorupsi.
Sebanyak 1.200 murid Sekolah Dasar (SD) dari 62 sekolah di Makassar memadati Lapangan Hertasning, Selasa, (18/8). Mereka mainkan games antikorupsi dan berhasil pecahkan rekor Museum Rekor Indonesia (MuRI) kategori menyebarluaskan pesan antikorupsi dengan pendekatan yang menyenangkan.
Kegiatan ini dihelat oleh 'Saya Perempuan Antikorupsi' (SPAk) kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Australia-Indonesia Partnership of Justice (AIPJ). Tampak hadir Pelaksana Harian Deputi Pencegahan KPK, Cahya Hardianto Harefa dan Manager MuRI, J Ngadri.
Games yang dimainkan serupa permainan monopoli. Anak-anak berkumpul di meja kemudian memainkan satu tema. Misalnya, buku tertinggal itu harus diambil atau bagaimana. Masing-masing anak-anak memberi jawaban. Dari jawaban itu misalnya buku dikembalikan atau ditanyakan, didiskusikan.
Ketua panitia penyelenggara kegiatan, Sri Wahyuni mengatakan, sebelum games massal ini dihelat, dilaksanakan training kepada 50 anak . Harapannya agar Sembilan Nilai Antikorupsi (Semai) ini bisa jadi filter buat anak di masa mendatang.
Sembilan Nilai Antikorupsi itu sendiri adalah kejujuran, kepedulian, kegigihan, keadilan, tanggung jawab, kerja sama, sederhana, keberanian dan kedisiplinan.
Sementara Cahya Hardianto Harefa mengatakan, kegiatan ini diharapkan berbekas di masing-masing anak dan sedianya memang virus antikorupsi ditularkan sejak dari rumah. Dia mengaku beri apresiasi pada kegiatan ini karena targetnya 1.000 anak ternyata jumlahnya bisa lebih yakni 1.200 anak.
"Dari 1.200 anak ini lagi diharapkan bisa menularkan pemahaman antikorupsinya kepada anak-anak yang lain," ujarnya.(mdk/hhw)