1.102 Unit Hunian Tetap Dibangun untuk Penyintas Gempa di Palu
BPPW Sulteng telah melaporkan langsung rencana pembangunan huntap itu kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat berkunjung ke lokasi rencana pembangunan huntap tersebut pada Kamis (6/1).
Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum akan membangun hunian tetap (huntap) permanen sebanyak 1.102 di Tondo Dua, Kelurahan Tondo, Kota Palu. Huntap ini diperuntukkan bagi penyintas gempa, tsunami dan likuefaksi.
"Di Tondo, ada 1.102 unit huntap yang akan dibangun di lahan seluas 65,3 hektare ," kata Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Provinsi Sulteng, Sahabuddin di Palu, Jumat (7/1).
BPPW Sulteng telah melaporkan langsung rencana pembangunan huntap itu kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat berkunjung ke lokasi rencana pembangunan huntap tersebut pada Kamis (6/1).
"Hal-hal yang strategis agar dipercepat penyelesaian pembangunannya," kata Wapres Ma'ruf Amin, dalam kunjungannya ke lokasi relokasi pembangunan huntap di Tondo Dua, Kelurahan Tondo, Kota Palu.
Baca juga:
Wapres Minta Pantai di Palu Diterapkan Sistem Peringatan Dini Bencana
Wapres Minta Gubernur Sulteng dan Wali Kota Palu Kerjasama Selesaikan Huntap WTB
Kepada Ma'ruf, Sahabuddin mengemukakan, huntap juga akan dilengkapi dengan sarana dan infrastruktur penunjang seperti jalan, lampu penerangan jalan, drainase, instalasi pengelolaan limbah, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH).
Dia menyatakan, pihaknya siap membangun karena anggaran untuk pembangunan telah siap, serta detail disain juga sudah selesai.
"Anggaran pembangunan untuk huntap di Tondo Dua, serta huntap di Kelurahan Talise sebesar Rp276 miliar untuk dua lokasi itu," terang Sahabuddin seperti dilansir dari Antara.
Namun, hingga saat ini pembangunan belum dilakukan karena, terdapat 47 warga yang mengklaim memiliki lahan di lokasi Tondo II.
"Kami siap melelang pembangunan ini, hanya saja ada klaim warga atas tanah. Kalau masalah ini sudah selesai, maka kami segera lelang," ucapnya.
Sementara untuk huntap di Kelurahan Talise, kata Sahabuddin, akan dibangun sebanyak 685 unit di atas lahan seluas 46,83 hektare.
"Huntap di Talise juga belum dilakukan pembangunan, karena ada warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, sehingga ini harus diselesaikan terlebih dahulu oleh Pemkot Palu," tutupnya.
Baca juga:
Korban Gempa dan Likuefaksi di Palu Ditawarkan 4 Model Relokasi
Kepala BNPB Sebut Penyintas Bencana Gempa di Palu bisa Tambah Luas Bangunan Huntap
Pemkab Sigi Kecewa Kemen PUPR Tak Bisa Bantu Renovasi Kantor karena Terganjal Aturan
Kementerian PUPR Siap Bedah 5.700 Rumah Warga Korban Gempa Palu
Pasca Gempa, Sulawesi Tengah Siap Laksanakan KonstraTani