109 Ribu Wisatawan Domestik Datang ke Bali Selama Libur Panjang
Jumlah tersebut terhitung pada tanggal 23 Oktober hingga 1 November 2020.
Penumpang yang datang lewat Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali selama libur panjang dan cuti bersama tercatat 109.000 penumpang. Jumlah tersebut terhitung pada tanggal 23 Oktober hingga 1 November 2020.
"Untuk penumpang terhitung dari tanggal 23 Oktober sampai dengan 1 November (2020) kedatangan dan keberangkatan total ada 109.000 penumpang," kata Communication and Legal Manager AP I Ngurah Rai Andanina Dyah Permatasari Mega saat dihubungi, Senin (2/11).
Dia menerangkan, arus puncak kedatangan selama libur panjang terjadi pada 28 Oktober 2020 sekitar 9.500 penumpang. Kemudian, arus balik puncaknya terjadi pada tanggal 1 November 2020 kemarin sebanyak 11.500 penumpang.
Penumpang yang paling banyak datang selama libur panjang ini didominasi dari Jakarta, Surabaya, Lombok dan Makassar. Selain itu, dia juga menyebutkan bahwa kunjungan tertinggi selama Pandemi Covid-19 adalah bulan Oktober 2020 ini.
"Kalau hari ini sebenarnya kami perkirakan masih ada sisa arus balik. Karena tadi pagi cukup ramai tapi tidak sebanyak kemarin perkiraan hari ini untuk keberangkatan sekitar 6000-an penumpang," jelasnya.
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali Putu Astawa menyampaikan untuk peningkatan kunjungan wisatawan domestik selama libur panjang ada peningkatan kendati tak signifikan.
"Ada peningkatan jumlah kunjungan. Ada dampaknya ekonomi jadi dari jumlah kunjungan itu dia pasti sewa hotel, transportasi dan berkunjung ke obyek-obyek wisata," kata Astawa.
Dia menyampaikan, bila hari normal, kunjungan wisatawan domestik ke Bali per hari sekitar 16 ribu. Tapi untuk kunjungan wisatawan domestik di libur panjang ini sudah mencapai sekitar 9.500.
Pihaknya belum bisa memastikan kapan wisatawan mancanegara bisa berkunjung ke Bali. Namun, dia berharap di awal tahun 2021 sudah ditemukan vaksin Covid-19 sehingga juga bisa dibuka untuk wisatawan mancanegara.
"Kalau untuk wisman itu masih tutup. Itu, tergantung dari negaranya kapan dia akan mengizinkan masyarakatnya untuk berpergian. Ini yang susah diprediksi untuk wisatawan mancanegara. Awal tahun 2021 mudah-mudahan bisa setelah ada vaksin itu," ujar Astawa.
(mdk/ray)