10.043 Jiwa Terdampak Banjir di Aceh Tamiang
Banjir yang sudah terjadi sejak hari Rabu (20/1) malam ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan diperparah karena adanya tanggul yang pecah di beberapa titik.
Banjir setinggi 1,5 meter merendam 11 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas melaporkan, sebanyak 2.437 kepala keluarga atau 10.043 jiwa terdampak. Sementara itu, jumlah pengungsi pada hari Jumat ini sebanyak 4.147 jiwa.
"Total pengungsi di Aceh Tamiang 1.142 Kepala Keluarga atau 4.147 jiwa. Pengungsi tersebar di tujuh kecamatan," kata Ilyas dalam keterangan resminya, Jumat (22/1).
Ilyas mengatakan, banjir yang sudah terjadi sejak hari Rabu (20/1) malam ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi dan diperparah karena adanya tanggul yang pecah di beberapa titik.
"Sehingga menyebabkan sungai meluap dan tanggul pecah," ujarnya.
Hingga saat ini, BPBA masih mendata korban terdampak banjir. Kesebelas kecamatan yang terdampak banjir, yakni Kecamatan Bandar Pusaka, Tenggulun, Sekerak, Bendahara, Kota Kuala Simpang, Karang Baru, Tanjung Karang, Rantau, Seruway, Kejuruan Muda, dan Tamiang Hulu.
Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang mengatakan, hanya satu kecamatan yang tidak tergenang banjir yaitu Manyak Payed.
"Tentunya karena hal ini, jumlah pengungsi dipastikan mencapai ribuan orang dan yang paling disayangkan ialah banyaknya padi yang terendam banjir," kata Mursil.
Baca juga:
BNPB Imbau Warga Aceh dan Sumut Waspada Banjir Kategori Sedang Hingga Tinggi
6 Kecamatan di Kabupaten Pidie Terendam Banjir, 1.080 Jiwa Mengungsi
171 Rumah Warga di Lhokseumawe Terendam Banjir
Cegah Covid-19, BNPB Minta Pengungsi Banjir Kelompok Rentan & Usia Muda Dipisah
Lima Warga Aceh Utara Tewas Terseret Arus Banjir
BPBD Catat 9.988 Warga Aceh Timur Mengungsi Karena Banjir