1.000 narapidana dari Jakarta ditransfer ke Depok
Rutan Cilodong mampu menampung 1.150 tahanan. Sedangkan saat ini baru ada sekitar 150 tahanan.
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mengunjungi Rumah Tahanan Kelas IIB Cilodong Depok, Selasa (19/4) sore. Kunjungan itu dalam rangka persiapan transfer ribuan tahanan dari Jakarta.
Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan rumah tahanan (rutan) di Jakarta sudah melebihi kapasitas sehingga dilakukan redistribusi. "Lapas di Jakarta over kapasitas. Kunjungan ini dalam rangka retribusi napi," kata Yasonna.
Rutan Cilodong mampu menampung 1.150 tahanan. Sedangkan saat ini baru ada sekitar 150 tahanan. "Mungkin di Rutan Cilodong masih bisa digeser 1.000 napi dari Lapas Jakarta," ucapnya.
Dari hasil peninjauan, kata Yasonna, Rutan Cilodong siap menampung tahanan dari luar Depok. Hanya saja diperlukan penambahan personel. Rutan Cilodong baru digunakan pada Oktober 2015 ini hanya memiliki 25 pegawai. Dan untuk penjagaan hanya dilakukan oleh tiga petugas setiap shift. Idealnya rutan Cilodong dijaga 125 personel.
"Masih kekurangan staf penjaga. Ini masih sangat kurang pegawai. Kami akan tambah staf penjaga dan administrasi," tandasnya.
Wali Kota Depok Mohammad Idris menambahkan, di ritan Cilodong ada kurang lebih 50 napi dan tahanan dengan beragam kasus. Namun untuk kasus narkoba dan terorisme tidak akan ditempatkan di Rutan Cilodong. Saat ini ada titipan narapidana dari Bogor dan Bekasi.
"Nantinya Rutan Cilodong akan menjadi percontohan sedangkan dari Pemkot Depok akan ada bimbingan kerohanian dan pembinaan mentalitas untuk mereka," katanya. Nur Fauziah
Selain mengunjungi Rutan Cilodong, Yasonna juga akan meninjau kesiapan di Rutan Gunung Sindur dan Cikarang.
(mdk/noe)