LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

100 Hari lebih tak diguyur hujan, sejumlah daerah di Jateng alami kekeringan

Dari daerah yang sudah seratus hari lebih tanpa hujan seperti yang dimaksudkan yakni Kecamatan Bangsri di Kabupaten Jepara, dan Wonogiri.

2018-08-18 22:00:00
Musim kemarau
Advertisement

Kepala Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I BMKG Semarang menjelaskan terdapat beberapa daerah di Provinsi Jawa Tengah sudah 100 hari lebih tidak diguyur hujan. Dampaknya, sejumlah daerah mengalami kekeringan.

"Banyak Kabupaten/Kota yang seratus hari lebih tidak hujan, ini menandakan bahwa kemarau panjang," kata Kepala Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Klas I Semarang, Iis Harmoko saat dikonfirmasi merdeka.com, Sabtu (18/8).

Dari daerah yang sudah seratus hari lebih tanpa hujan seperti yang dimaksudkan yakni Kecamatan Bangsri di Kabupaten Jepara, dan Wonogiri.

Advertisement

"Untuk Kabupaten Jepara sudah 123 hari tidak ada hujan. Kemudian di Wonogiri, yaitu selama 112 hari. Disusul dua kecamatan lain di Kabupaten yang sama, antara lain Pracimantoro dan Giritontro, di mana masing-masing sudah tak hujan sepanjang 108 hari terakhir," jelasnya

Data tersebut diupdate setelah tanggal 20 Agustus nanti. Sebab kalkulasinya memang hitungan satuan meteorologi. Sedangkan daerah yang mengalami kemarau ini dibagi menjadi beberapa kategori. Pembagian berdasarkan seberapa lama wilayah tersebut tidak ada hujan turun.

"Kami memang ada informasi hari tanpa hujan, ada pos-pos hujan bersama di Jawa Tengah. Melaporkan tiap 10 hari sekali. Berdasarkan laporan itu kriterianya banyak," kata Iis Harmoko.

Advertisement

Seperti diketahui, musim kemarau ekstrem ini memang telah menimbulkan bencana kekeringan di sejumlah daerah. Di mana banyak warganya yang kemudian terdampak kekurangan air bersih.

"Kami analisis kekeringan ini secara meteorologis berdasarkan curah hujannya. Bukan hidrologis, kalau hidrologis itu misalnya kekeringan karena tidak adanya air masuk mengairi sawah," kata Iis Harmoko.

Baca juga:
Diduga akibat cuaca panas, peserta lomba drum band 17-an di Karawang pingsan
Kekeringan, ratusan desa di Jateng krisis air bersih
Kekeringan di Jawa Barat, wilayah Indramayu paling luas
Kekeringan, warga di Tangsel terpaksa mandi di sungai keruh dan penuh sampah
Jateng alami krisis air bersih, terparah di Purbalingga dan Sragen

(mdk/rzk)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.