100 Hari kerja, Tito akui kepercayaan publik ke kepolisian menurun
100 Hari kerja, Tito akui kepercayaan publik ke kepolisian menurun. "Menurunnya kepercayaan publik ini analisis kita ada tiga hal, pertama kinerja belum maksimal dalam melayani publik, kedua kurang profesional dalam penegakan hukum, banyak konflik kamtibmas, kasus narkoba, perampokan dan begal," kata Tito.
Kepolisian Republik Indonesia menggelar acara 100 hari kepemimpinan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Dalam pidatonya, Tito mengakui kepercayaan publik menurun lantaran sikap polisi arogan.
"Menurunnya kepercayaan publik ini analisis kita ada tiga hal, pertama kinerja belum maksimal dalam melayani publik, kedua kurang profesional dalam penegakan hukum, banyak konflik kamtibmas, kasus narkoba, perampokan dan begal," kata Tito di Gedung Rupatama, Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/10).
Selain itu, kata Tito, turunnya kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara disebabkan kultur dan budaya yang ada di Polri saat ini.
"Karena kultur perilaku di lingkungan Polri, arogansi mengedepankan kewenangan, kekerasan berlebihan, anggota tangkap (penjahat) tembak. Seharusnya tidak perlu ditembak," ucap dia.
Pada kesempatan itu pula, Tito juga menyinggung penyerbuan kantor polisi di Riau beberapa waktu lalu. Menurutnya, penyerangan terjadi karena kurangnya kepercayaan masyarakat kepada polisi.
"Di Riau kemarin ada yang ditangkap, dia sehat, tapi akhirnya meninggal di kantor polisi, sehingga kantor polisi diserbu (masyarakat)," pungkas Tito.
Baca juga:
Hanya Jenderal Tito, Kapolri berani bangkitkan karier Brigjen Raja
Marak Polisi jadi calo SIM, bukti program Kapolri belum berjalan
Kapolri sebut Polisi yang dulu berbuat salah tak dimatikan kariernya
Jokowi anugerahkan Bintang Bhayangkara Utama ke Kapolri Tito
IPW sentil Kapolri soal kasus polisi bunuh diri gara-gara utang
Kapolri minta penanganan kasus Dimas Kanjeng tak ada gesekan
Datangi Kepolisian Srilanka, Kapolri Tito bahas penanganan terorisme