100 CCTV dipasang di kawasan rawan kriminal di Makassar
Sejak dipasang CCTV, angka kejahatan di bulan Maret turun 50 persen. Namun polisi tidak mengungkapkan angka pastinya.
Sebanyak 100 CCTV dipasang di kawasan rawan kriminal di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. CCTV terhubung ke Pemkot Makassar dan Mapolrestabes Makassar. Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Endi Sutendi menuturkan akan 10 layar monitor besar yang terpasang di command centre.
"Semua kita bisa pantau melalui CCTV ini baik tindak kejahatan maupun aksi-aksi anarkis, bentrok dan lain-lain. Karena terpantau langsung, maka kita dengan mudah melakukan pencegahan secara dini, mudah diatasi katena respons petugas bisa lebih cepat tiba ke TKP," kata Endi Sutendi, Jumat (7/4).
Endi membandingkan dari bulan Januari hingga Februari, sejak dipasang CCTV, angka kejahatan di bulan Maret turun 50 persen. Namun Endi tidak mengungkapkan angka pastinya.
Ada 12 anggota polisi yang khusus bertugas di ruang command centre. Setiap harinya ada tiga orang yang bertugas memantau.
"Nantinya pemantauan situasi dan kondisi kota melalui CCTV ini terus kita kembangkan. Nanti akan dipasang panic button atau alarm yang diaplikasikan dengan Android. Nama aplikasinya tracking smart police. Jadi nanti warga tinggal memencet petunjuk dalam aplikasi itu jika terjadi sesuatu untuk mendapatkan respons cepat dari petugas. Tracking smart police ini bisa mencari posisi kejadian di mana. Warga yang hendak mengkoneksikan di ponsel Android-nya, mendaftarkan dulu nomor ponselnya ke kita kemudian di-download-kan," kata Endi.(mdk/cob)