10 Pejabat Imigrasi diperiksa usai razia WNA di Puncak
10 Pejabat Imigrasi diperiksa usai razia WNA di Puncak. Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM, Ronny F Sompie, mengatakan, pengawasan yang dilakukan di kawasan Puncak tidak ada kaitannya dengan rencana kedatangan Raja Arab, Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia.
Sebanyak 10 orang pejabat di lingkungan Direktorat Keimigrasian diperiksa Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM. Pemeriksaan ini terkait tugas mereka saat melakukan pengawasan keimigrasian di kawasan Puncak, Bogor.
"Benar 10 pejabat diperiksa berkaitan dengan operasi keimigrasian yang mereka lakukan. Sekarang sedang diperiksa tim inspektorat," kata Direktur Jenderal Imigrasi Kemenkum HAM, Ronny F Sompie, saat dihubungi merdeka.com, Sabtu (25/2).
Dia menjelaskan, 10 orang itu memang melakukan pengawasan keimigrasian terhadap warna negara asing (WNA) termasuk yang berasal dari Timur Tengah. Pengawasan dilakukan setelah pihaknya mendapat laporan keberadaan WNA mengganggu ketertiban umum.
"Itu laporan sejak tahun lalu. Kemudian kita lakukanlah penyelidikan apakah benar atau tidak dengan melakukan pengawasan keimigrasian. Setelah itu ada komplain yang masuk, lalu diperiksalah mereka terkait pelaksana kegiatan pemeriksaan keimigrasian, apakah ada penyimpangan seperti itu yang dilaporkan atau tidak. Itu yang sedang diperiksa tim inspektorat," jelasnya.
Dia mengaku tidak mengetahui detil laporan yang masuk hingga membuat anak buahnya diperiksa. Namun dia memastikan pengawasan yang dilakukan di kawasan Puncak tidak ada kaitannya dengan rencana kedatangan Raja Arab, Salman bin Abdulaziz Al Saud ke Indonesia.
"Enggak ada kaitannya, pemeriksaan Keimigrasian seperti itu rutin," jelas mantan Kadiv Humas Mabes Polri itu.
Selama menjalani pemeriksaan, kata Ronny, 10 pejabat Direktorat Keimigrasian itu akan dinonaktifkan sementara dari jabatannya. Langkah ini untuk mempermudah pemeriksaan.
"Tidak ada pencopotan, cuma dinonaktifkan. Surat pemeriksaan terhadap mereka sudah ditandatangani Pak Sekjen sejak Jumat," jelas Ronny.
Baca juga:
Identik kawin kontrak, Pemkab Bogor ingin Puncak steril dari Imigran
Imigran asal Irak ramai jadi tukang cukur di Puncak Bogor
Dari Cisarua hingga Kota Bunga
Magnet Warung Kaleng dan wanita Cisarua
Arab rasa Sunda di Cisarua
Dunia malam PSK asal Maroko di Cisarua Bogor
10 PSK asal Maroko ditangkap di Bogor, sudah beroperasi setahun