LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. PERISTIWA

10 Orang Meninggal Akibat Banjir Bandang Lebak, 1 Desa Masih Terisolir

Jumlah korban itu berdasarkan giat penanganan darurat bencana dilakukan tim SAR dan pihak terkait di Lebak, hingga Minggu (5/1) malam. Banjir dan tanah longsor itu terjadi pada Rabu (1/1) pagi akibat Sungai Ciberang dan Sungai Cidurian meluap.

2020-01-06 19:14:22
Banjir Bandang Lebak
Advertisement

Jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Kabupaten Lebak, Banten, mencapai 10 jiwa. Korban jiwa itu berdasarkan data terbaru dirilis Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (6/1) Pukul 18.00 WIB.

"Meninggal dunia 10 jiwa. Hilang satu orang. Luka-luka masih dalam pendataan," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Agus Wibowo melalui keterangan tertulis.

Jumlah korban itu berdasarkan giat penanganan darurat bencana dilakukan tim SAR dan pihak terkait di Lebak, hingga Minggu (5/1) malam. Banjir dan tanah longsor itu terjadi pada Rabu (1/1) pagi akibat Sungai Ciberang dan Sungai Cidurian meluap.

Advertisement

Banjir dan tanah longsor itu melanda 6 Kecamatan. Enam Kecamatan itu Sajira, Cipanas, Lebakgedong, Curugbitung, Maja, dan Cimarga.

"Total Desa terdampak 30 Desa di 46 titik lokasi," kata Agus.

Berikut korban meninggal dunia akibat banjir bandang dan tanah longsor di Lebak:

Advertisement

1. Tini, 40 Tahun (P), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 2 Januari.

2. Diva, 8 Tahun (P), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 3 Januari.

3. Encih, 30 Tahun (P), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 3 Januari.

4. Fahmi, 3 tahun (L), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 3 Januari.

5. Setiana/Tiong, 12 tahun (L), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 3 Januari.

6. Enon, 4 Tahun (L), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 3 Januari.

7. Safrudin alias Uding, 50 tahun (L), warga Kampung Buluheun Desa Banjaririgasi, Kecamatan Lebakgedong, ditemukan tanggal 2 Januari.

8. Arsah, 50 tahun (P), warga Kampung Cigobang Desa Banjarsari, ditemukan tanggal 2 Januari.

9. Nana, 50 tahun (L), warga Kampung Maja Desa Maja Kecamatan Maja

10. Rizki, 7 tahun (L), warga Kampung Bungawari Desa Banjarsari Kecamatan Lebakgedong.

3.227 Kepala Keluarga Mengungsi

Sementara total pengungsi dari 6 kecamatan itu mencapai 3.227 kepala keluarga. Ribuan pengungsi ini tersebar di 8 pos pengungsian.

Jumlah pengungsi di posko pengungsi gedung PGRI Kecamatan Sajira mencapai 509 kepala keluarga. Kemudian pos pengungsi di Kampung Nangela Desa Calung Bungur Kecamatan Sajira diisi 509 kepala keluarga.

Selanjutnya pengungsi di posko Desa Bungur Mekar Kecamatan Sajira diisi 720 kepala keluarga. Dan di pos pengungsi Kampung Kadu Luhur Desa Tambak Kecamatan Cimarga ditempati 186 kepala keluarga.

Lalu di pos pengungsi kantor Kecamatan Cipanas diisi 50 kepala keluarga. Dan pos pengungsi di Desa Mayak Kecamatan Curugbitung 136 kepala keluarga.

"Pos Pengungsi di Gedung Serba Guna Desa Banjar Irigasi Kecamatan Lebak Gedong 1.067 kepala keluarga. Pos Pengungsi di Pesantren Darul Mustofa Cipanas 100 kepala keluarga," ujar dia.

Ribuan Rumah Rusak

Sedangkan 1.410 rumah rusak berat akibat bencana alam ini. Kemudian 521 rumah rusak ringan serta 1.110 rumah terdampak genangan lumpur material banjir bandang.

Kemudian 19 sarana pendidikan seperti TK, PAUD, SD, SMP. Serta 27 pemerintahan seperti kantor desa, kecamatan, aula rusak.

"28 unit jembatan permanen dan gantung dan jalan amblas 40 meter," kata dia.

Satu Desa Terisolir

Dari data dilansir BNPB sampai saat ini satu desa masih terisolir yaitu Desa Lebaksitu, Kecamatan Lebakgedong. Akses menuju lokasi hanya bisa jalan kaki.

"Pemenuhan kebutuhan masyarakat di desa terisolir dengan estimasi kurang lebih 1.000 jiwa diambil dari desa tetangga dengan menempuh perjalanan 2 jam jalan kaki," ujar Agus.

Fokus penanganan saat ini pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Pembukaan dasar akses jalan dan wilayah terisolir.

"Pembuatan jalan darurat dengan alat berat maupun tenaga manual guna proses percepatan penanganan," tandasnya.

(mdk/gil)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.