1 Oktober, 20.000 massa lintas agama bakal deklarasi dukung Jokowi
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh umat beragama di Indonesia saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, Pilkada Serentak berpotensi terjadinya gesekan antar umat beragama akibat perbedaan pilihan.
Rumah Komunikasi Lintas Agama (RKLA) dan Majelis Dzikir Jokowi (MDJ) bakal mendeklarasikan mendukung Joko Widodo untuk melanjutkan kemimpinan periode 2019-2024.
Kegiatan itu dijadwalkan dilakukan di Lapangan Pakir JiEXPO Kemayoran Jakarta Pusat pada 1 Oktober mendatang.
Bunda Indah Ketua Umum Rumah Komunikasi Lintas Agama dan Majelis Taklim dan Halimah menjelaskan, deklarasi akan diikuti 20.000 orang perwakilan semua agama dari seluruh Indonesia.
Ia mengungkap alasan mengarahkan dukungan ke presiden Jokowi karena selama memimpin Indonesia banyak hasil pembangunan yang berkeadilan sosial tercapai. Terjadi pemerataan pembangunan diseluruh wilayah Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
"Oleh karena itu untuk menuntaskan program-program pembangunan yang sedang berjalan diperlukan 1periode lagi kepemimpinan Bapak Presiden Jokowi," ucap dia, Kamis (27/9).
Dengan adanya kegiatan ini diharapkan seluruh umat beragama di Indonesia saling menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Sebab, Pilkada Serentak berpotensi terjadinya gesekan antar umat beragama akibat perbedaan pilihan.
"Diingatkan agar tetap sadar bahwa tetap dalam satu kesatuan NKRI meskipun berbeda pilihan politiknya, sehingga tetap menjaga etika dalam menentukan piiihan, menjaga nilai-nilai budaya dan sikap saling hormat menghormati demi menjaga keutuhan bangsa dan negara Indonesia.
Reporter: Ady Anugrahadi
Sumber : Liputan6.com
Baca juga:
Alumni haji se-Indonesia beri dukungan ke Jokowi-Ma'ruf Amin
Timses Jokowi-Ma'ruf akan kumpulkan 4.000 kampus agar tidak berpihak
Timses bakal beri kejutan untuk menangkan Jokowi-Ma'ruf di Jakarta
Libatkan kepala daerah, Koalisi Jokowi bisa tarik suara pemilih
Machfud Arifin: Dulu nomor 02 saja Jokowi bisa menang, apalagi sekarang nomor 01
Cerita dua kali SBY walkout, saat di stadion dan Monas