Gubernur BI Prediksi Transaksi Digital Banking Capai Rp49.733 Triliun di 2022
Gubernur BI, Perry Warjiyo mencatat, total nilai transaksi digital banking mencapai Rp39.841,4 triliun di 2021. Angka tersebut tumbuh 45,46 persen secara year on year (yoy).
Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat sepanjang 2021. Hal ini sejalan dengan perluasan dan kemudahan sistem pembayaran digital di Indonesia.
Gubernur BI, Perry Warjiyo mencatat, total nilai transaksi digital banking mencapai Rp39.841,4 triliun di 2021. Angka tersebut tumbuh 45,46 persen secara year on year (yoy).
"Dan diproyeksikan transaksi digital banking tumbuh 24,83 persen, mencapai Rp49.733,8 triliun untuk 2022," katanya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa (22/3).
Kemudian, transaksi uang elektronik (UE) mencapai Rp305,4 triliun di 2021. Angka tersebut tumbuh 49,6 persen secara yoy.
"Dan di 2022, diproyeksikan meningkat 17,13 persen hingga mencapai Rp357,7 triliun," ujarnya.
Di sisi tunai, uang kuartal yang diedarkan (UYD) pada Desember 2021 mencapai Rp959,8 triliun. Angka ini meningkat 6,78 persen secara yoy.
Pada tahun 2022, Bank Indonesia akan terus mendorong inovasi sistem pembayaran, menjaga kelancaran dan keandalan sistem pembayaran. Kemudian, memperkuat koordinasi antar kementerian/lembaga untuk memastikan ketersediaan uang Rupiah beredar dengan kualitas yang terjaga di seluruh wilayah NKRI.
(mdk/idr)