Yuk cari tahu proses masuknya Islam di Sumatera yang jaya
Pulau Sumatera adalah salah satu pulau yang terkenal memiliki banyak penduduk yang beragama Islam.
Pulau Sumatera adalah salah satu pulau yang terkenal memiliki banyak penduduk yang beragama Islam. Bahkan Aceh sendiri disebut sebagai Serambi Mekah. Namun, sekarang kita nggak akan membahas tentang Aceh. Kita akan membahas tentang proses masuknya Islam di daerah Sumatera Barat. Kita juga akan membahas tentang seorang tokoh yang berperan penting dalam penyebaran agama Islam di Sumatera Barat. Kepo? Yuk, disimak baik-baik.
Ada banyak pendapat yang bercerita tentang bagaimana proses masuk dan berkembangnya Islam di daerah Sumatera Barat. Menurut berita Cina dari Dinasti T'ang, sekitar abad ke 7 atau di tahun 674 Masehi, ada sekelompok orang-orang Arab yang biasa disebut Ta’shih yang tinggal di pesisir barat Sumatera. Menurut sejarah itu, kira-kira Islam masuk ke Sumatera Barat di akhir abad ke 14 atau abad 15.
Sejak abad ke 15, hubungan antara Sumatera Barat dengan banyak negara lain semakin berkembang, terutama dalam hal perdagangan. Di masa pemerintahan sultan Iskandar Muda, Padang Paryaman masuk dalam wilayah Kerajaan Aceh. Sedangkan di Minangkabau, ada seorang ulama bernama Syaikh Burhanuddin yang merupakan murid dari Abdurrauf al-Sinkili. Di daerah Ulakan, dia berani mendirikan surau atau sejenis masjid kecil tanpa peduli jika ia dikucilkan. Banyak ahli sejarah yang mengatakan bahwa Ulakan adalah pusat keilmuwan Islam di Minangkabau dulu.
Syaikh Burhanuddin ini mengajarkan Tarekat Syattariyah yang kemudian disebarkan ke seluruh daerah Minangkabau. Ajaran tasawufnya cenderung neo-sufisme atau syariah. Bahkan, Syaikh Burhanuddin ini juga pernah dikenal sebagai Tuanku Ulakan. Penyebaran Islam di Sumatera Barat mencapai puncaknya di abad ke 19.
Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang proses masuknya Islam di Sumatera Barat. Tertarik untu belajar?(mdk/iwe)