Ternyata, inilah yang buat pemain softball bisa dinyatakan 'mati'
Bagaimana bisa seorang pemain softball dikatakan 'mati' dalam pertandingan?
Permainan softball, mungkin kata ini sudah nggak asing lagi buat kamu, permainan ini mulai populer di Indonesia akhir-akhir ini. Permainan ini awalnya hanya dijadikan game cadangan baseball saja, namun ternyata banyak orang yang menyukai permainan soft ball ini. Pencipta permainan ini adalah George Hancock. Seperti olahraga yang lain, permainan ini juga memiliki aturan sendiri. Misalnya saja ketika pelari dinyatakan mati. Nah, sekarang kita akan membahas tentang bagaimana pelari bisa dinyatakan mati dan sedikit tentang formasi pemain di lapangan.
Seorang pelari bisa dinyatakan mati kalau terjadi lima hal ini, yaitu:
- Pelari nggak menginjak base
- Pelari melewati pelari yang sudah ada di depannya
- Base yang akan dilewati telah dibakar
- Pelari mengganggu penjaga yang akan menangkap bola
- Bola yang ada di titik keluar dari batas permainan yang sudah ditentukan
Permainan softball dan baseball dimainkan dengan dua regu, sehingga sistem permainan yang digunakan adalah sistem inning. Dalam permainan softball, ada dua buah regu, yaitu regu penjaga dan regu pemukul. Kedua regu akan saling menguji strategi mereka masing-masing agar bisa mencapai kemenangan bagi tim. Regu penjaga akan terdiri dari pitcher, catcher, first baseman, second baseman, third baseman, short stop, left fielder, center fielder, dan right fielder. Setiap pemain tidak boleh mengambil alih fungsi pemain lainnya.
Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang formasi pemain di lapangan dana pa yang menyebabkan seorang pelari bisa dinyatakan mati dalam permainan. Penentuan leatk pemain biasanya melihat skill atau kemampuan si pelari. Tertarik untuk bisa mempelajari tentang bab ini secara lebih lanjut kan? So, selamat belajar.
(mdk/iwe)