Pengaruh tari India pada tari Indonesia di zaman Hindu
Tarian yang ada di Indonesia juga mendapat banyak pengaruh dari tarian India.
Waktu nonton film India, kamu pasti menyadari kalau film India sangat khas karena hampir selalu ada tarian atau nyanyian di dalamnya. Tarian memang sudah menjadi budaya sejak zaman dulu di sana. Bahkan tarian yang ada di Indonesia juga mendapat banyak pengaruh dari tarian India. Menyebarnya tarian India ke Indonesia dimulai bersamaan dengan penyebaran agama Hindu. Sebagian besar tarian dibawa oleh para pedagang.
Setelah penyebaran agama Hindu dan Buddha, karya tari mengalami kemajuan pesat. Seni tari telah mempunyai standardisasi atau patokan. Salah satu buktinya adalah adanya literatur seni tari yang berjudul Natya Sastra karangan Bharata Muni. Buku itu berisi tentang unsur gerak tangan mudra yang berjumlah 64 motif. Motif-motif dalam literatur itu juga banyak menginspirasi seni tari Indonesia.
Pada masa inilah mulai muncul tari-tarian yang bertema istana. Tari-tarian di istana berkembang dengan baik karena mendapat perhatian dari para raja. Perkembangan karya tari pada masa kerajaan Mataram Hindu ditunjukkan dengan peninggalan budaya yang berupa candi. Pada berbagai candi dipahat relief gerak-gerak dan alat-alat iringan tari.
Ciri-ciri perkembangan tarian pada zaman Hindu adalah:
- Gerak-gerak tari mulai disusun secara sungguh-sungguh.
- Pertunjukan karya tari mulai difungsikan.
- Karya tari mendapatkan perhatian dan dukungan dari para raja dan bangsawan sehingga karya tari mempunyai nilai artistik yang tinggi. Karya tari pada masa itu disebut sebagai karya tari tradisional.
- Tema karya tari mulai beragam karena banyak mengambil tema dari cerita Mahabarata, Ramayana, dan cerita Panji.
- Iringan karya tari juga mulai banyak jenisnya. Alat musik berupa cengceng, rebab, saron, dan seruling mulai digunakan.
Nah, apakah kamu tertarik untuk mempelajari tari tradisional?
(mdk/iwe)