Menggolongkan jamur (Fungi) secara sederhana, pakai cara ini
Di dunia ini, jenis spesies jamur sangat banyak. Sebagian dari mereka menguntungkan, meski sebagian lain merugikan.
Di dunia ini, jenis spesies jamur sangat banyak. Sebagian dari mereka menguntungkan, meski sebagian lain merugikan. Beberapa jenis jamur pun dapat dikonsumsi, contohnya, jamur kancing, jamur kuping dan jamur merang. Jamur-jamur tersebut dapat dijadikan sop jamur atau masakan lezat lainnya. Selain itu, jamur juga banyak dimanfaatkan untuk bahan membuat obat.
Dengan banyaknya jenis jamur, maka agak sulit untuk mengenali mereka satu persatu. Oleh karena itu, mereka digolongkan berdasarkan ciri-ciri mereka.
a. Berdasarkan jumlah sel penyusun.
Jamur ada yang bersel satu, tapi ada juga yang bersel banyak. Contoh jamur bersel satu adalah jamur ragi (Saccharomyces cerevisiae). Sementara contoh jamur bersel banyak adalah jamur penisilin (Penicillium notatum), jamur tempe (Rhizopus oryzae), dan jamur merang (Volvariella volvacea).
Bentuk dan ukuran jamur sangat bervariasi, ada yang berbentuk seperti lembaran, misalnya jamur kuping, dan ada yang berbentuk seperti payung, misalnya jamur merang.
b. Berdasarkan cara memperoleh makanannya
Berdasarkan ciri ini, jamur dibedakan menjadi jamur saprofit dan jamur parasit. Jamur saprofit banyak ditemukan di atas tanah, kayu lapuk, dan bangkai hewan, misalnya, jamur kuping, jamur merang, dan jamur kayu, sedangkan jamur parasit dapat ditemukan menempel pada kulit manusia, misalnya, jamur panu.
Sesuai dengan namanya, jamur parasit tentu merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya. Tentu nggak ada kan orang yang mau terkena gatal-gatal karena panu?
(mdk/iwe)