Jamur lendir yang unik, jangan tertipu dengan namanya
Sudahkah kamu mengenal kingdom Protista? Makhluk dalam golongan ini nggak bisa disebut sebagai hewan maupun tumbuhan.
Sudahkah kamu mengenal kingdom Protista? Makhluk dalam golongan ini nggak bisa disebut sebagai hewan maupun tumbuhan. Protista ada yang menyerupai hewan, menyerupai tumbuhan, dan menyerupai jamur. Nah, kali ini kita akan membahas tentang salah satu contoh Protista yang menyerupai jamur, yaitu filum jamur lendir (Mycomycota).
Jangan tertipu nama, karena ia bukan jamur. Cara reproduksi jamur lendir hampir sama dengan Fungi, tetapi nggak dapat dikelompokkan dalam kingdom Fungi karena gerakan pada fase aseksualnya lebih mirip dengan Amoeba.
Ciri-ciri jamur lendir adalah:
- bentuk tubuh seperti lendir (plasmodium) yang merupakan massa protoplasma tidak berdinding
- berinti banyak, bersel satu atau bersel banyak
- struktur tubuh vegetatif menyerupai Amoeba, berbentuk seperti lendir (plasmodium), tetapi cara berkembang biaknya menyerupai Fungi
- berkembang biak secara aseksual dan seksual. Pencernaan makanan yang dilakukan pada fase vegetatif (aseksual) dilakukan menyerupai Amoeba. Pada tingkat dewasa, Plasmodium akan membentuk
- kotak spora seperti pada Fungi. Setelah matang, kotak spora ini akan pecah dan mengeluarkan spora. Spora yang berkecambah akan membentuk sel gamet yang menyerupai Amoeba. Sel-sel gamet ini bersifat haploid dan akan melakukan singami atau peleburan dua gamet dengan ukuran yang sama dan tidak dapat dibedakan antara sel jantan dan betina yang akan menghasilkan zigot.
- biasa hidup di hutan-hutan basah, tanah lembap, batang kayu yang membusuk, kayu lapuk, atau sampah basah.
Nah, menarik kan jamur lendir itu? Kata Mycomycota berasal dari kata Myco (lendir) dan mykes (cendawan). Kalau kamu penasaran seperti apa bentuknya, kamu bisa mencari dan melihatnya di berbagai tempat yang lembab, kayu busuk, daun mati, dan benda organik lainnya. Perkembangan jamur lendir berbeda-beda tergantung jenisnya.