Belajar tentang sistem saraf & perkembangan bekicot, sang Gastropoda
Pernahkah kamu melihat bekicot saat bergerak? Bekicot adalah hewan yang memakan tanaman hijau lunak yang nggak berbulu.
Pernahkah kamu melihat bekicot saat bergerak? Bekicot adalah hewan yang memakan tanaman hijau lunak yang nggak berbulu. Pada musim kering, bekicot akan menarik kaki dan kepala ke dalam rumahnya, kemudian mengeluarkan lendir yang banyak sebagai perekat untuk membungkus apertura dan desikasi. Hewan ini termasuk dalam kelas Gastropoda dalam filum Mollusca.
a. Sistem saraf
Bekicot memiliki saraf ganglion dan serebral, saraf kaki, dan saraf organ dalam tubuh. Saraf dari ganglion berhubungan langsung ke seluruh sistem organ. Saraf sensori bekicot terdapat pada kedua mata yang terletak di ujung tentakel panjang. Selain itu, ada sepasang statokis yang terdapat di bawah kaki yang berfungsi untuk keseimbangan dan struktur peraba yang terdapat dalam lapisan epidermis kepala dan kaki.
b. Sistem perkembangbiakan
Bekicot melakukan perkawinan untuk bisa berkembang biak. Karena meskipun bekicot bersifat hermafrodit, bekicot nggak bisa melakukan perkawinan sendiri karena masaknya sperma dan ovum nggak bersamaan. Sperma dan ovum dihasilkan oleh satu organ yang disebut ovotestis. Fertilisasi dilakukan di dalam tubuh betina. Meskipun hermafrodit, ada yang disebut bekicot betina karena menghasilkan ovum dan ada yang disebut bekicot jantan karena menghasilkan sperma.
Ketika pembuahan sudah terjadi, bekicot akan menghasilkan telur, karena bekicot tergolong ovipar. Telur bekicot biasanya disembunyikan di bawah daun, dan kalau sudah menetas, maka muncullah bekicot muda.
Nah, itulah sistem saraf dan sistem perkembangbikan yang ada pada bekicot. Selain Gastropoda (Hewan Berkaki Perut) yang merupakan kelas untuk bekicot, Mollusca juga memiliki beberapa kelas lain, yaitu Kelas Amphineura (Kiton), Kelas Cephalopoda (Hewan Berkaki Kepala), Kelas Scaphopoda (Siput Gading Gajah), dan juga Kelas Pelecypoda (Hewan Berkaki Pipih).
(mdk/iwe)