Yamaha: pajak naik di luar prediksi
Biaya pajak yang tidak sedikit menjadi cerita seram yang dirasakan Yamaha Indonesia dalam memasarkan sepeda motor besarnya.
Biaya pajak yang tidak sedikit menjadi cerita seram yang dirasakan Yamaha Indonesia dalam memasarkan sepeda motor besarnya. Pajak itu sendiri hampir dua kali lipat walaupun harga motor yang mereka pasarkan ini disebut masih kompetitif.
"Pajak naik itu di luar dari prediksi kami. Unsur pajaknya memang cukup tinggi. Produk itu unsur pajaknya hampir dua kali lipat. Namun, harga yang kita tentukan itu masih kompetitif," ungkap Dyonisius Beti, Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing.
Namun, penilaian itu tidak termasuk dua model teratasnya mengingat dua model tersebut, yakni R1 (998 cc) dan VMAX (1.700 cc).
"Kecuali dua top-end model. Dua top-end model itu untuk high-end sekalilah. Harganya lebih mahal dari mobil," tambahnya.
Dengan layanan yang sebaik mungkin kepada konsumen, Yamaha tidak menginginkan adanya 'under invoice' dalam pembelian moge-moge mereka yang baru saja diluncurkan. Dengan demikian, pembelian motor besar Yamaha sudah termasuk segala jenis pajak.
Empat motor berkapasitas besar ini dijual dengan harga mulai Rp 185 juta sampai Rp 500 juta. Skutik Yamaha T-MAX dilepas dengan harga Rp 185 juta, model touring bongsor V-MAX dibanderol dengan harga termahal, yakni Rp 500 juta.
(kpl/why/sdi)
(mdk/otosia)