LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. OTOMOTIF

Waduh, Profit Bisnis Otomotif Astra Grup Drop 79 Persen di Semester I 2020

Raksasa otomotif di Indonesia, PT Astra International Tbk, mencatat penurunan laba bersih 79 persen menjadi Rp 716 miliar di semester I tahun ini dibanding periode sama tahun lalu yang Rp 3,4 triliun. Penurunan bisnis otomotif ini akibat volume penjualan kendaraan Astra drop, terutama di kuartal kedua.

2020-08-03 10:41:44
Astra International
Advertisement

Raksasa otomotif di Indonesia, PT Astra International Tbk, mencatat penurunan laba bersih 79 persen menjadi Rp 716 miliar di semester I tahun ini dibanding periode sama tahun lalu yang Rp 3,4 triliun. Penurunan bisnis otomotif ini akibat volume penjualan kendaraan Astra drop, terutama di kuartal kedua.

Dalam siaran pers Astra, akhir pekan lalu, disebutkan penjualan mobil Astra merosot 45 persen jadi 139.500 unit per semester I tahun ini. Meski pangsa pasar Astra tetap di level 52 persen denganpasar mobil secara nasional turun 46 persen jadi 261.000 unit.

Khusus di kuartal II, penjualan mobil Astra turun lebih dalam, yakni 92 persen dibandingkan kuartal sebelumnya. Di semester I tahun ini, Astra meluncurkan 6 model baru dan 10 model revamped.

Advertisement

Di bisnis mobil, Astra mengelola merek Toyota, Daihatsu, Isuzu, Peugeot, dan Isuzu.

Bisnis Sepeda Motor Drop 40 Persen

Sementara di bisnis sepeda motor, penjualan motor Honda turun 40 persen menjadi 1,5 juta unit dengan pangsa pasar meningkat jadi 75 persen per semester I. Pasar motor nasional sendiri drop 42 persen jadi 1,9 juta unit.

Advertisement

Khusus di kuartal II, penjualan motor Astra turun lebih dalam, yakni 80 persen dari kuartal I. Padahal 3 model baru dan 6 model revamped telah diluncurkan selama semester I.

Di bisnis komponen otomotif, lewat anak usaha PT Astra Otoparts Tbk, perusahaan menderita rugi bersih Rp 296 miliar di semester I. Hal ini disebabkan penurunan pendapatan dari segmen pabrikan atau original equipment manufacturer (OEM) dan pasar suku cadang pengganti atau replacement market (REM).

Profit akibat Penjualan Saham Bank Permata

©2019 Merdeka.com

Djony Bunarto Tjondro, Presiden Direktur PT Astra International Tbk, secara umum menggambarkan kinerja perseroan di semester I tahun ini.

Djony menjelaskan, pendapatan bersih konsolidasian Grup Astra turun 23 persen menjadi Rp 89,8 triliun di semester I tahun ini dibanding periode sama tahun lalu. Namun, laba bersih Grup Astra justru naik 16 persen menjadi Rp 11,4 triliun termasuk keuntungan dari penjualan saham di Bank Permata.

Bila tanpa memasukkan keuntungan penjualan bank itu, laba bersih grup menurun 44 persen menjadi Rp 5,5 triliun, terutama karena penurunan kinerja divisi otomotif, alat berat dan pertambangan, dan jasa keuangan akibat dampak pandemi Covid-19 dan langkah-langkah penanggulangannya.

Di setiap bisnis Grup Astra, tingkat utang dan posisi likuiditas dipantau dengan cermat dan langkah-langkah untuk mengurangi risiko operasional dan keuangan dilakukan. Berbagai tindakan juga diambil untuk mengelola biaya dan menjaga tingkat kas, termasuk mengurangi belanja modal dan mengelola modal kerja.

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.