Toyota Raih Penjualan 331.410 Unit, MPV Masih Mobil Terlaris di 2022
Toyota kembali menjadi merek otomotif No 1 di Indonesia pada tahun lalu. Memimpin pasar otomotif Indonesia dengan pangsa pasar 31,6 persen.
Toyota kembali menjadi merek otomotif No 1 di Indonesia pada tahun lalu dengan volume wholesales 331.410 unit. Naik 12,1 persen dari tahun sebelumnya.
Toyota sukses memimpin pasar otomotif Indonesia dengan pangsa pasar 31,6 persen.
“Dengan semakin membaik perekonomian nasional dan peningkatan daya beli masyarakat, berdampak positif terhadap kinerja penjualan industri otomotif, termasuk Toyota. Kami bersyukur ini berjalan selaras dengan pasar dan mempertahankan tren positif pertumbuhan penjualan di tahun lalu. Kami berharap tren ini terus berjalan ke arah positif
sehingga Toyota berkontribusi meningkatkan perekonomian sekaligus memenuhi kebutuhan mobilitas pelanggan yang beragam,” kata Vice President PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto di rilisnya, Selasa (24/1).
Tahun lalu penjualan Toyota masih didominasi segmen MPV dengan kontribusi 57,6 persen. Beberapa line up MPV dan SUV Toyota, seperti Avanza, Kijang Innova dan Kijang Innova Zenix, serta Rush masih menjadi pilihan utama solusi mobilitas masyarakat. Ketiganya menjadi 3 mobil terlaris Toyota pada tahun lalu.
Avanza mencatat penjualan 60.619 unit, naik 49 persen. Bila digabung dengan Veloz, total penjualannya mencapai 92.641.
Sementara Kijang Innova: 46.933 unit. Jika digabung, keduanya menguasai 52 persen pasar MPV nasional.
©2021 Merdeka.com
Anton Jimmi Suwandy,Marketing Director TAM, menambahkan penjualan Toyota masih didominasi model MPV yang menyumbang lebih 50 persen terhadap total penjualan tahun lalu. Angka penjualan Toyota tahun lalu cukup merefleksikan kultur masyarakat Indonesia yang mengarah ke sana (MPV). Yang mana kemampuan akomodasi barang dan orang model MPV yang optimal menjadi favorit masyarakat Indonesia.
"Kendaraan elektrifikasi juga mengalami peningkatan cukup signifikan, apalagi dengan kehadiran Kijang Innova Zenix Hybrid. Hasil ini akan menjadi basis kami melakukan pengembangan teknologi yang selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat serta lebih ramah lingkungan,” pungkas Anton Jimmi Suwandy.
(mdk/sya)