Toyota akan pasarkan Mobil Hybrid Murah lewat C-HR
Toyota akan pasarkan Mobil Hybrid Murah lewat C-HR. Toyota C-HR adalah mobil kompak SUV atau crossover. Memiliki 3 varian mesin, yaitu 1,2 liter turbo; 1,8 liter hybrid; dan 2,0 liter. Pada 2016, C-HR mulai dipasarkan di Jepang dan tahun ini untuk pasar Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan sebagian Asia.
Toyota Indonesia akan memopulerkan kendaraan bermesin hibrida lewat model C-HR Hybrid. Toyota C-HR adalah mobil kompak SUV atau crossover, yang sudah dipasarkan di Eropa awal tahun ini. Di Benua Biru itu, C-HR memiliki tiga varian mesin, yakni 1,2 liter turbo; 1,8 liter hybrid; dan 2,0 liter.
Mesin hibrida maksudnya mobil itu digerakkan dengan dua sumber tenaga/mesin, yakni mesin bensin/diesel dan mesin listrik lewat baterai. Di pasar Eropa, berstatus sebagai pendatang baru C-HR sudah menjadi mobil merek Jepang dengan penjualan ketiga terbesar di Eropa di segmen crossover atau SUV kompak. Menurut data Toyota Eropa, C-HR sudah dipesan 80 ribu unit per April lalu, dengan basis produksi di pabrik Sakarya, Turki.
Fransiscus Soerjopranoto, Executive General Manager PT Toyota-Astra Motor, mengaku C-HR akan menjadi tonggak sejarah mobil hybrid Toyota di Indonesia, sehingga diingat oleh publik lebih luas di Tanah Air. C-HR Hybrid yang akan dipasarkan di Indonesia tentu akan disesuaikan dengan regulasi pemerintah dan kebutuhan konsumen.
"Kami ingin memasarkan mobil Toyota hybrid ke Indonesia, tapi sebagai hybrid yang murah. Karena dari sisi perpajakan, kita ketahui biaya mobil hybrid tinggi, mencapai 40 persen dari harga mobil," ungkap Soerjo di booth Toyota GIIAS di ICE-BSD City, Tangerang, Selasa (15/8).
Toyota C-HR muncul di publik dunia pada Geneva Motors Show 2014 sebagai mobil konsep. Ini mobil crossover kompak pertama Toyota dan model kedua yang menggunakan konsep Toyota New Global Architecture (TNGA).
Pada 2016, C-HR mulai dipasarkan di Jepang dan tahun ini untuk pasar Eropa, Amerika Serikat, Australia, dan sebagian Asia.
Mesin hybrid di C-HR sama dengan Prius Gen IV. Mesin hibridanya sanggup menghasilkan emisi yang sangat sedikit, yaitu kurang dari 90 g/km. Mesin ini diklaim lebih baik sebesar 40 persen dari sistem hybrid sebelumnya. Model hybrid, mengandalkan mesin 2ZR-FXE 1,8 liter yang mampu menyemburkan tenaga 98 PS dan torsi 142 NM, yang dikawinkan dengan motor listrik 1NM dengan tenaga 72 PS dan torsi 163 NM.
Tren Mesin Toyota
Secara makro, kata Soerjo, Toyota global memiliki seri mesin yang akan dikembangkan sebagai mobil masa depan. Secara timeline, setelah era mesin fosil lewat model VVTi, dual-VVTi, Toyota masuk ke era mesin gas atau compressed natural gas (CNG) yang bersamaan dengan mesin hybrid. Lalu electric vehicle (EV) dan akhirnya fuel cell vehicle (FCV).
"FCV adalah mobil bebas emisi 100 persen, karena emisinya berupa air sehingga sangat ramah lingkungan," ujarnya.
Selama GIIAS tahun ini, Toyota Indonesia membawa C-HR Hybrid dan Prius Gen IV, untuk mengedukasi pasar mengenai mesin hybrid, setelah memasarkan Camry Hybrid dan Alphard Hybrid. Per Januari tahun ini, Toyota memiliki lebih dari 35 varian mobil hibrida yang dijual di dunia, termasuk model Lexus. Total penjualan Toyota Hybrid secara global lebih dari 10 juta unit per Februari lalu. Untuk Indonesia sendiri, populasi mobil Toyota hybrid mencapai 1.550 unit lewat model Camry dan Alphard.
Baca juga:
Toyota luncurkan 3 mobil terbaru di GIIAS 2017
Toyota luncurkan All New Voxy dan dua jagoan lain di GIIAS 2017
New Fortuner TRD Sportivo lebih mahal Rp 12 Juta dari VRZ dan SRZ
Voxy alias Mini Alphard dilepas Rp 446 Juta
Hingga Juli 2017, penjualan mobil Toyota tembus 226.906 unit