Target bikin full change model di 2019, Daihatsu mengaku kesulitan
Target bikin full change model di 2019, Daihatsu mengaku kesulitan. Rudy Ardiman, Division Head Corporate Planning ADM, mengungkapkan pihaknya memang mengupayakan mampu melakukan full change model di 2019, dari saat ini hanya mampu melakukan minor change model untuk model New Ayla dan Terios (generasi pertama).
Fasilitas rancang-bangun atau research and development (R&D) Center milik PT Astra Daihatsu Motor (ADM) di Karawang, Jawa Barat, ditargetkan mampu melakukan full change model produk otomotif pada 2019. Target tersebut bahkan masuk dalam program Goal 2020 PT Astra International Tbk, induk usaha ADM.
Bagaimana perkembangan terbaru target di fasilitas R&D Center terbesar dan terlengkap di Indonesia itu?
Rudy Ardiman, Division Head Corporate Planning ADM, mengungkapkan pihaknya memang mengupayakan mampu melakukan full change model di 2019, dari saat ini hanya mampu melakukan minor change model untuk model New Ayla dan Terios (generasi pertama).
"Diupayakan kami bisa melakukan full change model pada 2019," ujar Rudy Ardiman pada Merdeka.com di sela workshop Astra International Tbk di Semarang, Rabu (6/12).
Kata Rudy, tantangan target full change model Daihatsu Indonesia adalah para insinyur di ADM belum memiliki hasrat di bidang rancang-bangun (R&D).
"Kami memiliki program Expert Track yang merancang karir para insinyur di Daihatsu. Terutama untuk karyawan baru. Jadi ada problem dari sisi sumber daya manusianya," katanya.
Saat ini salah satu model hasil karya R&D Daihatsu Indonesia ini adalah desain lampu di New Astra Daihatsu Ayla bermesin 1.200 cc yang diluncurkan pada Appril tahun ini.
Sudirman MR, Direktur Astra International, sebelumnya mengatakan pihaknya ingin memiliki kemampuan rancang bangun lengkap, terutama after body, sehingga R&D ADM bisa melakukan full change model.
Menurut Sudirman, fasilitas R&D ADM di Karawang sudah ada sejak 2013 , tapi kemampuannya belum lengkap. Sehingga baru mampu melakukan minor change model, seperti minor change pada model Terios dan Luxio.
"Jadi dulu kami baru bikin aksesoris, kini meningkatkan mampu bikin minor change, dan nanti mampu full model chage. Targetnya pada 2019/2020," pungkas dia.
Fasilitas Lengkap
Menurut data yang dihimpun Merdeka.com, fasilitas R&D Daihatsu Indonesia memiliki fasilitas Design Building dan Engineering Building. Serta Test Course yang memiliki 24 macam kondisi jalan di Indonesia, empat tipe tanjakan, tes banjir dan lumpur dengan luas area total 25 hektare.
Berikut gambaran kerja di fasilitas R&D pertama dan terlengkap di Indonesia ini: Tahap awal ada di fasilitas Design Building. Di sini dilakukan proses perancangan yang merujuk pada selera estetika pasar, mulai dari tahap sketsa hingga pembuatan bahan clay (tanah liat) dengan skala 1 banding 1.
Setelah dilakukan scan secara digital, proses tersebut berpindah ke Engineering Building. Di tahap kedua ini, gambar komponen dibuat dengan mempertimbangkan aspek kekuatan, biaya, produksi, serta aspek terkait lainnya.
Selanjutnya tahap ketiga di fasilitas Test Course. Fasilitas ini berfungsi melakukan validasi terhadap desain komponen atau kendaraan yang dihasilkan demi memenuhi standar kualitas Daihatsu. Semua dibangun demi memastikan bahwa desain mobil yang dibuat adalah mobil terbaik yang sesuai dengan permintaan masyarakat Indonesia.
Baca juga:
Sayang sekali, R&D All New Rush-Terios dilakukan di Jepang!
Begini tampilan baru dan fitur canggih di All New Rush dan Terios
Meluncur Kamis ini, All New Rush dan Terios lawan keras HR-V dan BR-V
Inilah diler Daihatsu paling keren 'zaman now'!
Daihatsu luncurkan New Xenia Custom, harganya mulai Rp 202 jutaan