Meski Canggih, Autopilot Tesla Masih Dianggap Berbahaya
Meskipun fitur Autopilot sangat canggih, sering kali ia terlibat dalam berbagai kecelakaan di jalan.
Teknologi Autopilot menjadi salah satu daya tarik utama bagi mobil-mobil yang diproduksi oleh Tesla.
Fitur inovatif ini memungkinkan kendaraan berjalan secara otomatis tanpa perlu pengendalian langsung dari pengemudi, sehingga menjadi simbol kemajuan dalam dunia otomotif modern.
Namun, di balik kecanggihan tersebut, fitur ini sering kali dihubungkan dengan berbagai insiden di jalan raya.
Dikutip dari laman InsideEVs, Tesla baru-baru ini mengeluarkan laporan keselamatan terbaru yang menyatakan adanya "kemajuan signifikan" dalam sistem Autopilot.
Meskipun demikian, data yang disajikan justru menunjukkan adanya tren penurunan performa selama tiga kuartal berturut-turut.
Dalam laporan tersebut, Tesla mencatat bahwa kendaraan yang dilengkapi dengan Autopilot mengalami satu kecelakaan setiap 6,36 juta mil (sekitar 10,2 juta kilometer) perjalanan.
Angka ini dibandingkan dengan data tahun 2023 dari Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) dan Badan Jalan Raya Federal (FHWA) yang menunjukkan bahwa rata-rata nasional jarak tempuh sebelum terjadinya kecelakaan adalah sekitar 702 ribu mil.
Secara historis, performa sistem Autopilot Tesla telah menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan sejak laporan pertama kali dirilis pada kuartal ketiga 2018.
Pada saat itu, mobil Tesla dengan Autopilot aktif mencatat satu kecelakaan setiap 3,35 juta mil, sedangkan tanpa Autopilot mencapai 1,92 juta mil, dan rata-rata nasional hanya 481 ribu mil.
Menariknya, puncak performa sistem Autopilot terjadi pada kuartal pertama 2024. Pada periode tersebut, Tesla melaporkan jarak tempuh mencapai 7,63 juta mil sebelum kecelakaan terjadi dengan Autopilot aktif, dan 955 ribu mil dengan fitur Autopilot nonaktif.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat kemajuan dalam teknologi, tetap ada tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan keselamatan pengguna di jalan raya.
Dengan demikian, penting bagi Tesla untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan pada sistem Autopilot agar dapat mengurangi angka kecelakaan di masa mendatang.
Pengemudi wajib mengendalikan kendaraan
Dalam laporan Q1 2025, terjadi penurunan angka kecelakaan yang dilaporkan oleh Tesla. Mobil yang dilengkapi dengan fitur Autopilot kini mengalami satu kecelakaan setiap 7,44 juta mil, sedangkan kendaraan tanpa Autopilot rata-rata mengalami kecelakaan setiap 1,51 juta mil.
Setiap unit mobil Tesla dilengkapi dengan fitur Autopilot standar, yang mencakup kontrol jelajah adaptif.
Fitur ini memungkinkan kendaraan untuk menyesuaikan kecepatan berdasarkan kondisi lalu lintas di depan, sehingga memberikan kenyamanan lebih saat berkendara jarak jauh.
Meskipun demikian, banyak pakar keselamatan yang mengingatkan bahwa Autopilot tidak berarti kendaraan dapat beroperasi sepenuhnya tanpa pengawasan manusia.
Tesla selalu menekankan pentingnya kewaspadaan pengemudi dan kesiapan untuk mengambil alih kendali kendaraan kapan saja diperlukan.
Hal ini menunjukkan bahwa meskipun teknologi telah berkembang, peran pengemudi tetap sangat penting dalam menjaga keselamatan di jalan raya.