LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. OTOMOTIF

Menjajal Fitur Pengereman Otomatis All New Rocky, Mobil Daihatsu Tercanggih di RI

Merdeka.com berkesempatan menjajal salah satu fitur ASA, yakni Pre-Collision Braking, di Astra Daihatsu Motor R&D Center, Karawang, Jawa Barat, kemarin (25/5). Begini cara kerjanya.

2021-05-26 14:34:54
Daihatsu Rocky
Advertisement

All New Daihatsu Rocky bisa dikatakan sebagai mobil Daihatsu paling mutakhir dan tercanggih yang dipasarkan di Indonesia. Label ini tepat bila melihat Compact SUV berkapasitas 5 penumpang ini mengusung mesin 1.0L Turbocharge dan transmisi Dual Mode CVT, serta fitur Advanced Safety Assist (ASA).

Fitur ASA ini bekerja dengan menggunakan sensor yang terdapat pada stereo camera di kaca depan yang dapat mendeteksi obyek di depan mobil, lalu memberikan peringatan jika mobil dalam potensi bahaya.

ASA memiliki 6 fungsi, yaitu Pre-Collision Warning, Pre-Collision Braking, Pedal Misoperation Control, Front Departure Alert, Lane Departure Warning, dan Lane Departure Prevention. Enam fungsi ininlebih rendah dari Rocky versi Jepang dan Malaysia.

Advertisement

Merdeka.com berkesempatan menjajal salah satu fitur ASA, yakni Pre-Collision Braking, di Astra Daihatsu Motor R&D Center, Karawang, Jawa Barat, kemarin (25/5).

Bersama dua jurnalis lain, kami menjajal varian tertinggi Daihatsu Rocky ASA warna merah. Pertama, kami menjajal sebagai penumpang, mobil dikemudikan oleh tim ADM.

Dari kabin, tampak gambar mobil ukuran sebenarnya yang disiapkan sebagai obyek dalam tes fitur Pre-Collision Braking ini.

Advertisement

Setelah semua siap, mobil pun melaju perlahan hingga mencapai kecepatan 20 kilometer per jam. Jarak mobil dengan obyek semakin dekat. Pengemudi kemudian melepas pedal gas. Mobil semakin mendekati obyek, tabrakan kemungkinan terjadi.

Namun, berkat fitur canggih ini, tabrakan tidak terjadi, karena sekitar 1-2 meter dari obyek, mobil mengerem sendiri hingga berhenti dan tabrakan pun tidak terjadi.

"Ada tiga tahapan fitur ini bekerja. Pertama, mengeluarkan bunyi kepada pengemudi sebagai peringatan dini bahwa ada obyek di depan kendaraan. Bila mobil masih melaju, sistem Pre-Collision Braking secara otomatis melakukan pengereman secara lembut. Bila tidak diperhatikan juga dan obyek semakin delat dengan kendaraan, baru sistem melakukan pengereman secara keras supaya menghindari tabarakan kendaraan dengan obyek," ujar instruktur ADM itu.

Usai memahami cara kerja fitur ini, giliran Merdeka.com menjajalnya, kali ini sebagai pengemudi, bukan penumpang.

Mobil dipacu hingga 20 km per jam, pedal gas dilepas, mobil melaju mendekati obyek, makin dekat! Dan kurang dari 2 meter, mobil mengerem dengan keras hingga stop dan tidak menabrak obyek tadi, keren ya!

Meski fungsional, fitur ini bisa tidak berfungsi bila sensornya yang berada di kaca depan terhalang cahaya atau benda lain sehingga tidak bisa membaca obyek di depan kendaraan.

"Jadi meski ada fitur ini, pengemudi tetap harus waspada karena fitur ini bekerja dengan sensor yang tidak boleh terhalangi supaya bisa mendeteksi obyek di depan," pungkas sang instruktur.

(mdk/sya)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.