Mengapa ban berwarna hitam? Ini alasannya!
Temukan jawabannya di sini!
Pernahkah Anda bertanya, mengapa ban berwarna hitam? Bukankah akan lebih menarik jika berwarna-warni mengikuti warna mobilnya?
Ternyata penggunaan warna hitam pada ban memiliki alasan yang kuat. Apakah itu?
Pada dasarnya itu dilandasi oleh campuran dari proses pembuatan ban. Campuran tersebut adalah karbon hitam yang disatukan dengan polimer dalam produksinya. Sehingga ban berwarna hitam.
Mengapa harus karbon hitam?
Ban dibuat dari karet. Namun bukan karet murni melainkan campuran karet alam dan karet sintetis. Meskipun ada juga yang menggunakan karet sintetis tanpa campuran karet alam. Nah, penggunaan karbon hitam ini adalah untuk membuat ban awet. Sebab karet saja tidak cukup untuk menahan gesekan dengan aspal.
Karbon hitam setidaknya memiliki fungsi pada ban sebagai berikut:
- menambah kekerasan ban;
- menambah daya tahan terhadap abrasi karena gesekan dengan aspal;
- mampu menyerap dan mengonversi sinar UV menjadi panas sehingga dapat menguap dengan cepat.
Akan tetapi kekuatan dari karbon hitam tidaklah abadi. Secara perlahan, karbon hitam juga akan habis saat mengubah sinar UV menjadi panas. Itulah sebabnya jika ban sudah 'berusia senja', warnanya menjadi abu-abu atau hitamnya pudar. Ini bukan karena kotor terkena debu. Hal tersebut disebabkan oleh karbon hitam yang habis.
Baca juga:
Bolehkah ganti merek oli mesin untuk kendaraan? Ini jawabannya!
Ini nominasi 2016 World Car of the Year, siapa pemenang berikutnya?
Mulai 1 Oktober 2015, merokok di mobil bakal didenda Rp 1 juta!
Tangisan anak terbukti bisa datangkan mobil baru dalam keluarga
Bicara industri otomotif, Inggris jadi nomor satu di dunia
Ngeri! Efek mematikan jika berada di dalam mobil saat cuaca panas
7 Kebiasaan sopir paling menjengkelkan di jalanan