Makin Marak Kunci Mobil di Bungkus Aluminium Foil, Ini Alasannya
Imbauan ini muncul seiring meningkatnya aksi pencurian mobil yang memanfaatkan celah teknologi nirkabel pada kunci modern.
Pengendara mobil kini diimbau untuk mengambil langkah ekstra dalam melindungi kendaraan mereka, salah satunya dengan membungkus kunci mobil menggunakan aluminium foil.
Imbauan ini muncul seiring meningkatnya aksi pencurian mobil yang memanfaatkan celah teknologi nirkabel pada kunci modern.
Metode yang dikenal sebagai “relay theft” atau pencurian dengan teknik relay memungkinkan pelaku membuka dan menyalakan mobil tanpa harus menyentuh kunci atau bahkan masuk ke dalam rumah pemilik.
Pelaku cukup menggunakan perangkat radio untuk menangkap dan memperluas sinyal dari kunci mobil.
Kunci mobil modern atau key fob bekerja dengan mengirimkan sinyal frekuensi radio ke kendaraan. Namun, kemudahan sistem tanpa kunci ini justru membuka celah keamanan yang kini dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.
Data dari Driver and Vehicle Licensing Agency (DVLA) mencatat sejumlah model mobil yang paling sering menjadi target pencurian.
Di posisi teratas adalah Ford Fiesta dengan 3.511 kasus pencurian pada 2025, disusul Volkswagen Golf sebanyak 1.625 kasus, dan Ford Focus dengan 1.474 kasus. Secara total, terdapat 54.830 kendaraan dilaporkan dicuri sepanjang tahun tersebut.
Dalam praktiknya, pencurian dengan metode relay biasanya melibatkan dua pelaku. Satu orang berdiri di dekat pintu rumah untuk menangkap sinyal dari kunci, sementara rekannya berada di dekat mobil. Perangkat yang digunakan akan memperkuat dan meneruskan sinyal tersebut sehingga mobil “mengira” kunci berada di dekatnya, lalu membuka kunci dan menyalakan mesin.
Untuk mencegah hal ini, para ahli menyarankan penggunaan “Faraday cage”, konsep yang diambil dari ilmuwan abad ke-19 Michael Faraday. Teknologi ini mampu menghalangi sinyal elektromagnetik sehingga kunci tidak bisa dibaca oleh perangkat pelaku.
Meski tersedia kantong khusus anti-sinyal (Faraday pouch), cara sederhana dan murah juga bisa dilakukan, yakni membungkus kunci dengan aluminium foil. Mantan agen Federal Bureau of Investigation (FBI) Holly Hubert menyebut metode ini sebagai solusi paling ekonomis.
“Memang bukan cara ideal, tapi ini yang paling murah. Ancaman siber terus berkembang dan sulit bagi konsumen untuk selalu mengikuti,” ujarnya dikutip dari Detroit Free Press.
Cara Kerja Aluminium Foil
Aluminium foil bekerja dengan cara yang sama seperti kantong Faraday, yakni menghalangi transmisi sinyal elektromagnetik dari kunci mobil.
Meski demikian, kasus pencurian kendaraan masih cukup tinggi, meskipun secara keseluruhan angka pencurian mobil tercatat turun sekitar 11 persen.
Editor konsumen dari What Car?, Claire Evans, mengingatkan pemilik kendaraan untuk tetap waspada.
“Angka pencurian mobil masih tinggi, sehingga pemilik harus melakukan segala upaya untuk melindungi kendaraan mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa mobil-mobil kecil dengan harga terjangkau seperti Nissan Juke dan Vauxhall Corsa juga menjadi sasaran empuk.
Selain teknik relay, pelaku juga menggunakan metode lain seperti “CAN bus attack”. Cara ini dilakukan dengan menyambungkan perangkat langsung ke sistem kabel kendaraan, lalu mengirimkan sinyal palsu untuk mengelabui sistem keamanan dan menonaktifkan immobilizer.
Menurut laporan BBC, perangkat yang digunakan dalam metode ini bahkan bisa disamarkan sebagai speaker Bluetooth portabel.
Mantan anggota kepolisian Metropolitan London, Vince Wise, mengatakan pencurian kendaraan kini semakin menguntungkan bagi pelaku.
“Dulu, di era 80-an atau 90-an, mencuri mobil itu sangat mudah, bahkan lebih murah daripada naik taksi,” ujarnya.
“Sekarang, dengan nilai kendaraan yang semakin tinggi dan tingginya permintaan suku cadang, pelaku bisa dengan mudah menjualnya dan meraup keuntungan besar,” tambahnya.