\'Jaran Kore\', si kuda liar Kustomfest menanti pengunjung beruntung
Kustomfest 2015 mengusung tema Showin' Soul yang merupakan representasi bagi pelaku industri kustom kultur untuk menunjukkan karya mereka dengan sepenuh jiwa.
Hajatan besar motor kustom bertajuk Kustomfest kembali hadir di 3 - 4 Oktober 2015 di Jogja Expo Center Hall, Yogyakarta. Ini merupakan tahun keempat penyelenggaraannya, dan menjadi festival kustom kultur terbesar di Indonesia.
Kustomfest 2015 mengusung tema Showin' Soul yang merupakan representasi bagi pelaku industri kustom kultur untuk menunjukkan karya mereka dengan sepenuh jiwa, karya yang merupakan perwujudan proses yang jujur dan menjunjung tinggi nilai-nilai apresiasi dan nilai respect.
Bermacam kreasi restorasi sepeda motor disajikan, mulai dari Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Kustom Paint Battle, Kustom Art & Klasik Island, Vendor Booth, Body Art Show, Kustom Bicycle & Pedal Car, Junkyard Festival, Diecast Show, Stunt Rider Show, Helmet Kustom Paint Kontest, Photo Kontest, BMX Kontest, dan Kustom Kulture Foodfest.
Seperti penyelenggaraan Kustomfest sebelumnya, lucky draw untuk pengunjung menjadi satu hal yang unik dan ditunggu-tunggu karena merupakan mahakarya dari Retro Classic Cycles yang dibuat khusus dan istimewa.
Tahun ini, Retro Classic Cycles mengetengahkan sosok Kustom Bike dengan nama 'Jaran Kore' yang berbasis BMW R65 bermesin Boxer 650cc lansiran 1978. Jaran Kore dalam bahasa Jawa diartikan sebagai kuda liar yang sulit ditunggangi.
"Sesuai tema Kustomfest 2015 Showin' Soul, Retro Classic Cycles ingin memunculkan dan menunjukan sebuah karakter lain yang belum pernah dibuat sebelumnya oleh kami. 'Jaran Kore' kami ambil namanya sesuai dengan tampilan motornya yang diibaratkan sebagai kuda liar yang sulit untuk ditaklukan. Aslinya adalah motor touring namun kita rancang ulang menjadi tampilan Traditional Scrambler dengan craftmanship Retro Classic Cycles," tandas Lulut Wahyudi, owner Retro Classic Cycles.
Bukan sekadar rekayasa engineering chassis dan body, mesin twin ini juga telah disetting ulang agar memiliki performa tinggi menyesuaikan dengan gaya Scrambler.
"Kita tetap mempertahankan sisi tradisional motor klasiknya dengan model teromol di roda belakang dikombinasikan dengan set up suspensi. Mesinnya sudah kita upgrade dengan beberapa high-performance parts," tambah Lulut.
'Jaran Kore' merupakan konsep penggabungan pure metal sentuhan engineering Retro Classic Cycles antara chromolly, aluminium dan titanium." Bukan sekadar style yang kita kedepankan, namun ingin menunjukkan seni dan teknologi dari sebuah kustom bike, seperti sub frame berdimensi kecil dari chromolly, material tangki dari aluminium dan aksen titanium dari rancangan knalpot. Kesemuanya adalah keutuhan yang kami rangkai mengacu pada stabilitas dan juga handling untuk bisa digunakan di medan ekstrem sekalipun," papar Lulut.
Seperti halnya karya-karya Retro Classic Cycles sebelumnya, 'Jaran Kore' juga sudah diuji durabilitas dan kualitasnya baik kelincahan dan ketangguhannya. Untuk mendapatkan motor ini pengunjung Kustomfest 2015 hanya cukup merogoh uang Rp 50 ribu.
Gelaran spesial lain yang juga diperlihatkan adalah Japan Retro Kustom Car, Cafe Racer Day, Pinstripe Carnival, Kustom Art Performance: Diki Leos - El Kampretto, Freeflow Kustom Painting & Indonesian Pinstripe Artist, Burnout Vaganza, Indonesian Rockabilly Compilation Vol.01, dan Pin Up Show.
(kpl/nzr/sno)
(mdk/otosia)