ITB rancang teknologi untuk kurangi risiko kecelakaan mobil
Alat ini bisa menurunkan risiko cedera yang dialami pengemudi atau penumpang saat kecelakaan antara 50-60 persen.
Sebuah teknologi bernama Crash Box sukses dibuat anak bangsa yang berfungsi mengurangi potensi luka-luka saat kecelakaan lalu lintas.
Crash Box ini merupakan teknologi buatan peneliti Institut Teknologi Bandung (ITB) berbentuk kolom rangka yang berfungsi mengurangi risiko pengemudi atau penumpang mobil saat mengalami kecelakaan lalu lintas.
"Alat ini bisa menurunkan risiko cedera yang dialami pengemudi atau penumpang saat kecelakaan antara 50-60 persen," kata Kepala Divisi Inkubator Industri dan Bisnis ITB Sigit P Santosa, di Aula Timur Institut Teknologi Bandung, seperti dilansir Antara (20/9).
Dirinya mengatakan alat tersebut merupakan pengembangan penelitian yang dilakukan oleh peneliti ITB tentang kelayakan tabrak kendaraan bermotor.
"Jadi bagaimana kita mendesain sebuah struktur yang bisa menyerap energi tabrakan sehingga tidak ditransmisikan ke penumpang, hancurnya di depan, dengan cara desain struktur," kata dia.
Sigit juga menjelaskan pembuatan kolom rangka crash box ini akan membuat bagian depan mobil/kendaraan bermotor dapat berlipat secara berturut sehingga mengurangi energi tabrak.
"Dan 'crash box' ini dipasang di sisi kiri kanan dalam di antara bemper depan dan mesin mobil," kata dia.
Selain itu, lanjut dia, crash box ini juga bisa dipasang di moda transportasi selain kendaraan roda empat yakni kereta dan pesawat terbang.
Menurut dia, saat ini crash box tersebut sudah ditawarkan kepada pelaku industri otomotif di Indonesia.
"Dan respon mereka bagus terhadap alat ini," kata dia.
(mdk/dzm)