Belum Sebulan Dirilis, All New Toyota Kijang Innova Zenix Dipesan 4.000 Unit
Pasar otomotif Indonesia terus bertumbuh sejak terpuruk kala dua tahun silam. Per November lalu, total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia sekitar 941 ribu unit. Meningkat 19,2 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Pasar otomotif Indonesia terus bertumbuh sejak terpuruk kala dua tahun silam. Per November lalu, total penjualan kendaraan roda empat di Indonesia sekitar 941 ribu unit. Meningkat 19,2 persen dibanding periode sama tahun lalu.
Pada periode tersebut, Toyota membukukan penjualan lebih 303 ribu unit, tumbuh 15,2 persen dengan pangsa pasar 32,2 persen.
Tiga kontributor terbesar penjualan Toyota itu adalah Avanza sebesar 55.576 unit, Rush (41.470 unit), dan Kijang Innova (40.926 unit).
“Iklim perekonomian nasional yang menunjang serta antusias pelanggan tinggi, memberi dorongan kuat bagi Toyota untuk meningkatkan kinerja pelayanan membantu mobilitas masyarakat. Kami bersyukur ini mendapat respons positif yang tampak dari pertumbuhan penjualan di atas 15,2 persen. Kami mengapresiasi upaya pemerintah membangun iklim ekonomi positif dan terima kasih kepada masyarakat Indonesia yang tetap mempercayai Toyota sebagai pilihan utama dalam pemenuhan mobilitas,” kata Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM) Henry Tanoto, saat Toyota Media Gathering di Jakakrta, kemarin malam (8/12).
Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director TAM, menambahkan, melalui semangat Let’s Go Beyond, sepanjang tahun ini Toyota telah menghadirkan 15 model baru baik itu model konvensional, Gazoo Racing, maupun pilihan kendaraan elektrifikasi. Semuanya mendapat sambutan memuaskan dari pelanggan.
Khusus elektrifikasi, pada November lalu TAM meluncurkan secara resmi dua model kendaraan, yaitu All New Toyota bZ4X, yang merupakan Battery EV Toyota pertama dan All New Toyota Kijang Innova Zenix, Hybrid EV Toyota pertama yang diproduksi di Tanah Air.
“Penerimaan masyarakat sangat antusias dan mengembirakan. Bahkan total pesanan (SPK) untuk All New Kijang Innova Zenix mencapai 4.000 unit meski belum sebulan diluncurkan,” ujarnya.
Komitmen Carbon Neutrality
©2022 Merdeka.com
Pada tahun ini, selain menghadirkan lebih banyak model kendaraan elektrifikasi, Toyota Indonesia juga menguatkan komitmennya mendukung program karbon netral pemerintah dengan target Indonesia Net Zero Emission (NZE) pada 2060.
Melalui strategi "MultiPathway", Toyota berupaya mewujudkannya dengan menghadirkan kendaraan elektrifikasi dengan berbagai teknologi ramah lingkungan yang terjangkau oleh masyarakat luas.
Hingga kini, melalui brand Toyota dan Lexus, TAM menghadirkan 15 model kendaraan berteknologi elektrifikasi: Battery EV, Plug-in Hybrid EV, dan Hybrid EV.
Sejak 2009 hingga November 2022, Toyota telah memasarkan lebih 7.814 unit kendaraan elektrifikasi dan berkontribusi menekan emisi karbon hampir 8.500 ton. Jika dilihat dari total penjualan elektrifikasi Toyota, model Hybrid mendominasi penjualan dengan komposisi 95 persen.
“Dari 15 model elektrifikasi yang telah TAM miliki bisa mengisi berbagai segmen. Masyarakat pun bisa memilih teknologi elektrifikasi yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas dan lifestyle sehari-hari sehingga secara langsung ikut berkontribusi menekan emisi karbon melalui penggunaan kendaraan ramah lingkungan,” kata Henry.
Untuk memperluas dan mengakselerasi popularisasi kendaraan elektrifikasi, selain terus menghadirkan produk baru, Toyota juga juga telah memperluas kawasan percontohan kendaraan listrik melalui program EV Smart Mobility di kawasan wisata Bali dan Danau Toba. Program ini akan diperluas lagi ke daerah-daerah wisata lainnya di Indonesia.
Selain itu, TAM juga mulai menginisiasi satu proyek yang lebih besar dalam upaya mencapai carbon neutrality agar bisa menjangkau lebih luas lagi keterlibatan dan kontribusi masyarakat.
TAM meluncurkan program kampanye lingkungan hidup bertema “It’s Time for Everyone”.
“Netralitas karbon menjadi tujuan bersama dan pemerintah Indonesia menyatakan komitmen untuk mencapai Net Zero Emission pada 2060 yang juga sejalan dengan target prinsipal kami lewat Toyota Environmental Challenge 2050 dalam merespon perubahan kondisi iklim. Lewat gerakan It’s Time for Everyone”, Toyota menyediakan akses bagi masyarakat untuk bisa ikut berkontribusi dan bersama-sama mengurangi emisi karbon demi masa depan yang lebih hijau,” pungkas Henry.
Sebagai langkah awal dari kampanye “It’s Time for Everyone” TAM melakukan pengadaan waste management melalui pengadaan waste station untuk kemudian menyediakan berbagai cara pengurangan emisi karbon lainnya.
Dari Jakarta, TAM bekerja sama dengan Rekosistem akan membangun waste station di berbagai titik di Pulau Jawa hingga 2023. Sampah anorganik yang dikumpulkan pada waste station ini akan diolah dengan prinsip 3R (Reuse, Reduce, Recycle) bersama dengan tim Rekosistem.
Ke depannya, TAM telah menyiapkan berbagai inisiatif Carbon Neutral Awareness, Carbon Reduction, dan Carbon Offset yang diharapkan mampu mengajak lebih banyak lagi masyarakat untuk ikut berkontribusi menciptakan lingkungan yang baik.
Selain menyelenggarakan Carbon Neutral Workshop terkait isu global warming dan tantangan lingkungan di masa depan dengan menargetkan lebih dari 100 Agent of Change di tahun 2023. TAM juga menghadirkan lebih banyak pilihan kendaraan elektrifikasi yang ramah lingkungan, memperkenalkan keterampilan Eco Safety Driving lewat training of trainers untuk menciptakan lebih dari 85 eco safety driving trainer, serta perbaikan ekosistem pantai lewat penanaman lebih dari 5.000 mangrove pada 2023.