Adira Finance Siapkan Pembiayaan Dobel Antisipasi Kenaikan Pasar Otomotif di April
Perusahaan pembiayaan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, memprediksi ada kenaikan penjualan mobil baru pada April tahun ini. Pasalnya, ada momen bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri yang biasanya mendorong laju permintaan mobil baru.
Perusahaan pembiayaan, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk, memprediksi ada kenaikan penjualan mobil baru pada April tahun ini. Pasalnya, ada momen bulan suci Ramadan dan hari raya Idul Fitri yang biasanya mendorong laju permintaan mobil baru.
I Dewa Made Susila, Direktur Utama Adira Finance berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 30 Maret tahun ini, menjelaskan pihaknya siap menyalurkan pembiayaan dobel untuk mengantisipasi kenaikan permintaan tersebut.
"Biasanya momen hari raya Lebaran menghasilkan tambahan permintaan yang kuat," ujar I Dewa Made dalam jumpa pers secara daring, Rabu (30/3).
Menurutnya, disayangkan, kenaikan permintaan ini sangat bergantung pada volume pasokan/suplai. Sebab dua tahun terakhir ini pasar otomotif nasional tidak normal akibat pandemi Covid-19 dan gangguan pasokan cip semikonduktor secara global.
"Kami sendiri punya target besar di momen Ramadan, apalagi ada pameran otomotif IIMS 2022 pada 31 Maret-10 April di JIEXpo Kemayoran, Jakarta," katanya.
Di IIMS tahun ini, Adira Finance berperan sebagai Official Multifinance Partner dengan target pembiayaan baru mencapai Rp 350 miliar. Nilai tersebut setara dengan 2.000 unit kendaraan selama 11 hari pameran. Dari jumlah itu, sekitar 70 persen untuk pembiayaan roda empat (mobil), sedangkan sisanya roda dua (motor).
Hasil Lengkap RUPST Adira
Sementara RUPST Adira Finance pada 30 Maret tahun ini menghasilkan beberapa keputusan, antara lain menyetujui Laporan Tahunan Perusahaan tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021, pengesahan Laporan Keuangan Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Imelda & Rekan (firma anggota dari Deloitte Asia Pasifik dan Jaringan Deloitte), dengan opini audit Wajar Tanpa Modifikasian.
Kemudian mengesahkan Laporan Tugas Pengawasan Tahunan Dewan Komisaris Perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021.
Selanjutnya, RUPST juga memutuskan untuk membayarkan dividen tunai Rp 607 miliar atau Rp 607 per lembar saham, sekitar 50 persen dari laba bersih perusahaan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2021. Pembayaran dividen ini akan dilakukan pada 29 April 2022.
RUPST juga memutuskan untuk menyisihkan Rp 12,1 miliar atau 1 persen dari laba bersih dan menambah cadangan umum sesuai Undang-Undang Perseroan Terbatas.
RUPST juga menyetujui pengunduran diri Hafid Hadeli dari jabatannya selaku Direktur Utama Adira dan menyetujui pengangkatan I Dewa Made Susila selaku Direktur Utama Perusahaan, yang akan efekif menjabat setelah lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan dari OJK.
Terakhir, laporan penggunaan dana hasil penerbitan Obligasi Berkelanjutan V Adira Finance Tahap II Tahun 2021 senilai Rp 1,3 triliun dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan IV Adira Finance Tahap II Tahun 2021 senilai Rp 200 miliar.
Setelah dikurangi biaya penerbitan, seluruh dana hasil dari penerbitan obligasi dan sukuk mudharabah ini digunakan untuk mendanai pembiayaan konsumen sesuai dengan kegiatan usaha Perusahaan.