5 Penyebab aki mobil jadi rusak prematur
Kenali penyebabnya sedini mungkin dan hindari itu!
Tidak dipungkiri bahwa aki merupakan satu-satunya pemasok arus listrik untuk mobil guna menghidupkan mesin, lampu, dan lain sebagainya. Namun apa jadinya jika tiba-tiba aki tidak berfungsi dan menyebabkan mesin tak mau menyala? Air aki merupakan pengantar arus listrik yang dipasok oleh alternator ke sel-sel aki. Normalnya, sel akan bekerja saat air aki penuh. Sebaliknya sel yang tidak terendam air aki maka pengisian arus listrik tidak akan maksimal. Alternator juga akrab disebut dengan dinamo amper yang berfungsi sebagai generator penghasil arus listrik alternating current (AC) sekaligus mengubahnya menjadi arus direct current (DC). Jangan sampai Anda boros aki karena menggunakan perangkat elektronik yang berlebihan di dalam mobil. Jika tidak diimbangi dengan pasokan arus listrik yang masuk melalui alternator ke aki, maka aki akan cepat rusak. Tingkat ketegangan yang tidak tepat juga dapat membuat aki jadi cepat rusak. Pasalnya arus listrik yang disalurkan oleh alternator ke perangkat itu tidak stabil, kadang-kadang mengalir deras dan tak jarang mengecil karena V-belt kendur. Terjadinya hubungan arus pendek yang melibatkan aki dapat membut korsleting dan dapat mematikan daya aki. Meskipun tetap bisa digunakan, namun umurnya tidak akan bertahan lama.
Jelas ini akan membuat galau para driver. Beberapa penyebab menjadi salah satu biang kerok terjadinya masalah ini. Nah, kali ini merdeka.com akan membeberkan penyebab utama mengapa aki mobil bisa rusak. Apa saja? Simak ulasannya di bawah ini!Telat mengisi aki
Kerusakan akan sangat rentan apabila sel tidak terendam air. Sebab sel tersebut akan mengalami oksidasi prematur karena kandungan asam di sekelilingnya yang bercampur udara.
Untuk itu, jangan sampai telat dalam mengisi air aki agar performa kendaraan Anda jadi maksimal.Alternator lemah
Komponen ini memiliki usia juga yang akan kedaluwarsa karena pemakaian dan berbagai faktor lainnya. Alternator normalnya memlilki tegangan antara 13-14 volt saat mesin dan AC hidup. Alternator yang sudah uzur akan mengahasilkan arus listrik yag kecil dan tidak stabil sehingga akan berdampak pada aki, mengingat kompnen ini juga menjadi pembangkit listrik yang diisikan ke aki.Penggunaan elektronik yang ugal-ugalan
Untuk itu, jangan terlalu banyak menggunakan peranti eletronik ang berlebihan, meskipun menggunakan peranti pembangkit listrik tambahan. Akan tetap saja hasilnya karena alternatornya sama, sementara alternator juga memiliki usia tertentu.V-belt
Begitu pula sebaliknya, bila tingkat ketegangan V-belt terlalu kencang. Sebab, dengan tingkat ketegangan V-belt yang tinggi maka putaran di roda alternator juga semakin kencang. Alhasil, arus listrik yang dihasilkan jauh di atas rata-rata.Hubungan arus pendek
Hindari hubungan arus pendek dengan rajin memeriksa kelistrikan dan jangan coba-coban untuk sok tahu dengan membuat jalur pintas (by pass) pada kabel.