Kecelakaan maut, pebalap ini selamat dan keluar lewat kaca depan
Sang pebalap tetap selamat karena kerusakan parah terjadi di bagian depan mobilnya saja.
Setelah kecelakaan yang menimpa Fernando Alonso pada ajang F1 di seri Australia beberapa minggu yang lalu, kita benar-benar diperlihatkan bagaimana mengerikannya pekerjaan memacu jet darat tersebut.
Ternyata ada contoh yang lebih mengerikan lagi, yang menunjukkan betapa berbahayanya olahraga yang kita nikmati sebagai hiburan tersebut.
Akhir bulan lalu, sebuah pertandingan GT Tour yang diadakan di sirkuit Paul Armagnac Perancis, seorang pebalap bernama Sacha Bottemanne, terlibat dalam sebuah tabrakan mengerikan dengan tembok, dalam kecepatan 230 kilometer perjam. Hal ini menimpa pebalap tersebut setelah dia tak berhasil melewati mobil 458 GT3 yang akan dia dahului.
Bottemanne sedang berjuang untuk menduduki posisi ke tujuh ketika Ferarri yang dia pacu, kehilangan keseimbangan setelah menabrak mobil pebalap lain. Kehilangan kontrol, mobilnya kemudian menabrak tembok pembatas.
Dampaknya, mobilnya hancur berkeping-keping. Meski demikian, sang pebalap tetap selamat karena kerusakan parah terjadi di bagian depan mobilnya saja. Bottemanne berhasil keluar secara ajaib melalui kaca mobilnya yang pecah berantakan.
Sang pebalap terlihat tergopoh meski hanya sekedar menepi. Beruntung, dia hanya sekedar terkena luka ringan. Dia terkapar di pinggir trek di paha kru dari timnya.
Yuk simak kecelakaan mengerikan ini, sebagai pengingat kalau memacu kendaraan terlalu kencang itu cukup berbahaya.
Baca juga:
Serunya balapan drag race di gurun Abu Dhabi
Ajang balap mobil klasik 1.000 mil di Uruguay
[Video] Keren, dua balita ini sudah bisa jadi pembalap!
Menempuh jarak 3.000 Km di balapan mobil bertenaga surya Australia
Mobil sport Honda 'kesurupan' saat balapan, nyaris tabrak penonton