Tembakau super bikin keblinger
Tembakau ini bisa menyebabkan pengguna mabuk berat.
"Rasanya dua kali lipat dari ganja," ujar Aliando, nama samaran, seorang penikmat tembakau super saat berbincang dengan merdeka.com, Jumat pekan kemarin.
"Kaya ketiban gorila sungguhan," katanya mengibaratkan efek penggunaan tembakau gorila lagi digandrungi beberapa kalangan anak muda di Jakarta belakangan ini.
Tembakau super, begitu sebutan untuk tembakau gorila ramai menjadi perbincangan anak muda. Di jejaring bertukar foto, Instagram, banyak penjual menawarkan tembakau bisa bikin mabuk itu dengan berbagai jenis merek. Harganya pun variatif, tujuh gram di bandrol Rp 400 ribu.
Bagi pengguna narkoba jenis ganja, pastinya sudah mahfum betul soal rasa tembakau super. Misal, Irvan, salah seorang pekerja swasta di bilangan Jakarta Selatan, dia mengaku efek penggunaan tembakau super alias Tesu seperti ketiban gorila. Efek tersebut tidak berlangsung lama hanya sekitar dua jam. Jika si pengguna baru mencoba, biasanya langsung pusing. Namun jika dia pengguna lama, efeknya bisa sampai terbawa perasaan.
"Kalau baru bisa langsung jomplang," ujar Irvan.
Sama seperti penuturan Irvan, Aliando juga mengatakan hal sama. Dia mengatakan efek tembakau gorila dua kali lipat jika mengkonsumsi ganja. Jika pemakaiannya berlebihan, pengguna akan terbawa halusinasi hingga ketakutan tingkat tinggi. Meski demikian, efek tembakau super hanya berlangsung sebentar. Jika tembakau itu kualitasnya bagus daya mabuknya bisa sampai dua jam lebih.
"Bikin paranoid," ujar Aliando.
Tembakau super memang memberikan efek nyaman bagi penggunanya. Karena tembakau super mengandung cairan kimia. Dari beberapa pengguna diketahui jika tembakau ini disemprot cairan kimia berbahaya. Tapi ada juga yang mengatakan jika tembakau itu berasal dari Afrika. "Itu disemprot cairan kimia," tutur Aliando.
Peredaran tembakau super memang marak melalui jejaring berbagi foto Instagram. Cukup mencari dengan tanda pagar tembakau super, semua foto bakal muncul. Harganya pun variatif, paling murah Rp 100 ribu buat sekali beli. Tembakau dijual pun berbagai merek, ada dua nama terkenal di kalangan pengguna. Pembeli juga bisa bertransaksi ganja, ada bahasa rahasia buat transaksi ini.
Aliando mengatakan cukup menyebut kata Ready alias siap, penjual sudah paham. "Kita sama-sama tahu saja," kata Aliando.
Deputi Bidang Pemberantasan dan Penindakan, Badan Narkotika Nasional, Inspektur Jenderal Deddy Fauzi Elhakim mengatakan jika peredaran tembakau maupun narkoba jenis ganja melalui jejaring media sosial memang marak. Dia pun sudah mengendus keberadaan itu sejak lama. Biasanya kata dia itu digunakan untuk pemakaian pribadi. Modus mereka biasanya menggunakan jasa ekpedisi buat mengirim barang tersebut.
"Kami sudah tahu, kita itu sudah kirim surat ke Kementerian Komunikasi dan informatika untuk menutup situs itu. kita infokan beberapa alamat situsnya," ujar Irjen Deddy Fauzi melalui sambungan seluler, Sabtu pekan kemarin. Dia pun mengimbau supaya masyarakat waspada dengan peredaran menjamah kalangan muda ini.
Baca juga:
Lagi jualan diam-diam di pinggir jalan, pengedar sabu diringkus
Sipir jadi kurir ganja, Lapas Wirogunan perketat aturan penjagaan
Main ke rumah bandar narkoba, Brigadir HR ditangkap polisi
Polisi gerebek gudang narkoba dekat TKP peluru nyasar tewaskan Angga