LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Tahanan bergengsi di Pondok Rajeg

Berbeda dengan penghuni lain, tahanan teroris bebas keluar masuk fasilitas penjara.

2015-01-14 08:07:18
Terorisme
Advertisement

Narkotik menjebloskan dia ke balik jeruji besi. Hampir tiga kali berganti kalender, ZE, nama inisialnya, menjalani hukuman penjara berdampingan dengan puluhan pesakitan kasus terorisme. Sepak terjang tahanan teroris terekam dalam kepalanya di Lembaga Pemasyarakatan Pondok Rajeg, Cibinong, Bogor, Jawa Barat.

Di sekitaran Ibu Kota cuma terdapat dua penjara titipan bagi narapidana teroris, yakni di markas Brigade Mobil, Kelapa Dua, Depok, dan Pondok Rajeg. Mereka dioper ke dua lembaga pemasyarakatan ini sebelum diterbangkan ke Nusa Kambangan setelah terbitnya vonis meja hijau.

"Mereka bisa datang dari berbagai wilayah, Solo sampai Poso," kata ZE, lelaki berperawakan kurus, kepada merdeka.com pekan lalu di Jakarta.

Dalam strata kehidupan penjara, tahanan teroris berada dalam posisi teratas setelah koruptor. Mereka dipastikan menerima perlakuan berbeda. Jika setiap kamar ada jatah fulus saban bulan, buat mereka tak pernah dipungut. "Mana ada petugas berani minta," ujarnya.

Pada dasarnya, tahanan teroris bergaul akrab dengan sesama penghuni dan sipir. Tahanan narkotik pun tidak pernah ketinggalan diajak beribadah. Saat matahari terbenam, di dalam sel atau masjid penjara, acara tausyiah dan pengajian diadakan hampir saban hari.

"Buat mereka itu, kejelekan wajib berantas. Di sekitar kamar ada pakai narkotik dan sejenisnya, pasti langsung ditendang, diacak-acak," tutur pria 27 tahun itu. "Napi lebih takut kepada mereka dibanding petugas." ZE membenarkan penjara tempat paling mudah dan aman mengkonsumsi narkotik.

Berbeda dengan tahanan lainnya. Sel dihuni teroris tidak pernah terkunci. Mereka bisa keluar masuk fasilitas penjara tanpa ada batasan waktu. "Cuma keluar lapas aja nggak boleh," katanya.

Mereka tidak pernah suka disebut teroris. Bagi sesama tahanan, napi teroris menahbiskan diri sebagai mujahid. Mendekam di balik terali besi merupakan kesempatan memperkuat iman dan keyakinan. Ajaran mereka tidak pernah padam.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.