LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Sulitnya menjinakkan banjir Jakarta

Bila hari sebelumnya genangan air di jalan itu masih bisa dilewati mobil dan sepeda motor, tapi kemarin lumpuh.

2013-01-18 10:18:26
banjir jakarta
Advertisement

Sejak pagi langit Jakarta pada Kamis, 17 Januari kemarin dirundung mendung. Seperti menangis, hujan mulai mengguyur deras pukul enam pagi. Banjir yang terjadi sejak dua hari sebelumnya pun kian meluas. Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat misalanya. Bila hari sebelumnya genangan air di jalan itu masih bisa dilewati mobil dan sepeda motor, tetapi pada Kamis siang lumpuh total.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebut 52 kelurahan di Jakarta kebanjiran. Genangan paling parah terjadi di Kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan dan Kampung Melayu, Jakarta Timur dengan ketinggian mencapai tiga hingga dua setengah meter. Kemudian Kelurahan Bidaracina, Cawang, Cililitan, dan Pasar Rebo dengan ketinggian antara satu hingga tiga meter.

Sesungguhnya upaya menjinakkan banjir di Jakarta sama tuanya dengan umur kota. Ketika Jan Pieters Z. Coen pada awal abad 17 silam mendirikan Batavia dengan konsep kota air (waterfront city), banjir sudah akrab dengan kota. Dia merancang Kota pelabuhan Sunda Kelapa dengan kanal-kanal air seperti Amsterdam atau kota-kota lain di Belanda.

Dalam catatan sejarah banjir, sejak dulu Batavia sudah kesulitan menangani musibah ini. Misalnya catatan banjir tahun 1621, 1654, 1873, 1918 hingga 1909, banjir sudah menggenangi permukiman warga karena limpahan air dari sungai Ciliwung, Cisadane, Angke dan Bekasi. Ketika Belanda hengkang dari Jakarta, periode 1979, 1996, 1999, 2002, 2007 hingga kini, penanganan banjir belum tuntas.

Bahkan belakangan banjir Jakarta menciptakan tragedi nasional dan menarik perhatian dunia. Misalnya banjir pada 2002 dan 2007 lalu. Catatan pemerintah provinsi, pada 2002 banjir menewaskan dua orang dan menyebabkan 40.000 orang mengungsi. Sementara 2007, banjir menggenangi empat Kelurahan, 745 rumah, serta mengakibatkan 2.640 orang harus mengungsi.

Restu Gunawan, dalam bukunya berjudul Gagalnya Sistem Kanal: Pengendalian Banjir Jakarta Dari Masa ke Masa menulis pengalaman pemerintahan kolonial Hindia Belanda ketika membenahi sistem pengendali banjir di Batavia. Selain membangun beberapa infrastruktur baru, mereka juga membangun Kali Grogol, dan Pintu Air Manggarai lengkap dengan Saluran Banjir Kanal.

Sayang, meski sistem pengendali banjir sudah dibenahi, siklus banjir lima tahunan tetap terjadi. Bahkan setelah Herman Van Breen, arsitek Belanda selesai membangun Banjir Kanal Barat (BKB). Menurut dia, bila hanya mengandalkan BKB dan Pintu Air Manggarai, maka sebetulnya yang terjadi hanya pengalihan wilayah banjir ke wilayah lebih rendah.

Bila sebelumnya limpahan air menggenangi Weltevreden dan Menteng, dengan adanya kanal dan pintu air tadi, air justru mengalir ke tempat lebih rendah, misalnya Manggarai dan Jatinegara. Prediksi itu tidak meleset. Banjir Manggarai dan Jatinegara pertama kali ditulis majalah Bintang Hindia (De Maleisce Revue) pada 1923, edisi 17 Februari, Th II, No. 7.

Sebetulnya Van Breen tidak hanya menggagas sistem kanal, tetapi juga menyodorkan perlunya sistem polder. Kawasan rawa di sepanjang pantai utara Jakarta mesti dikelilingi tanggul, kemudian airnya dipompa ke luar melalui parit-parit sampai kering. Tetapi tidak terwujud. Jadi, sepertinya banjir sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari Jakarta.

Ketika kota ini masih bayi, jumlah penduduknya masih ratusan ribu, dan ketika ruang terbuka masih terhampar luas, musibah banjir sudah terjadi. Hingga kini, ketika Batavia menjelama menjadi Jakarta dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa, belum ada tangan satu ahli pun bisa menjinakkan banjir ibu kota.

Pertanyaanya, lalu sampai kapan Jakarta bebas banjir? Apakah banjir memang begitu sulit dijinakkan?(mdk/war)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.