LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Sopir bertato belum tentu penjahat

"Saya saja punya tato tiga, apakah saya ini jahat?"

2013-02-15 10:03:12
Kejahatan di angkot
Advertisement

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan pihaknya sudah menindak sopir angkutan kota, misalnya pemeriksaan seragam, kartu pengenal anggota, dan kartu pengenal pengemudi. Langkah pencegahan akan diambil untuk menghindari kekerasan dalam angkot terulang.

"Kehati-hatian masyarakat bila sopir tidak memakai seragam atau KTA apalagi sopir bertato diharapkan tidak menaiki angkutan itu karena terindikasi sopir tembak," tegas Pristono di Balai Kota, Senin lalu.

Apa pendapat Ketua Organda Indonesia Eka Sari Lorena terkait rencana Dinas Perhubungan. Berikut penjelasannya kepada Muhammad Taufik dari merdeka.com di kantornya, Jalan R.A. Kartini, Cilandak, Jakarta Selatan, Rabu (13/2).

Dinas perhubungan menyarankan penumpang berhati-hati dengan sopir angkot bertato. Pendapat Anda?

Saya punya tato tiga. Saya tidak mengerti pendapat itu. Kalau bagi saya itu keren sekali. Jadi menurut saya, masalah transportasi harus memenuhi asas transportasi, memenuhi asas kemanusiaan, memenuhi asas logika. Sebagai orang, dia mampu melakukan apa tidak. Kalau hanya tato, saya saja punya tato tiga, apakah saya ini jahat?

Lalu apa persoalan utama sopir-sopir itu?

Sebenarnya cerminan sopir angkot itu adalah warna karakter SDM Indonesia untuk orang berpendapatan rendah. Bayangkan, hanya berpenghasilan 20 ribu setelah bekerja 14 jam, lebih kaya menjadi pengemis. Kedua, boro-boro sekarang dia mau memikirkan sopan santun, mikiran perut saja, makannya nggak cukup.

Kalau masalah trayek, apakah bagi sopir juga menjadi kendala?

Trayek harus dianalisa setiap tahun. Tetapi selama ini tidak pernah dianalisa tiap tahun. Sehingga kenapa menurut saya angkot menjadi jelek, pertama karena dihantam oleh sepeda motor dan kedua karena rutenya sudah tidak menguntungkan. Kalau sudah begitu, terus sekarang sopirnya disuruh bagus, bagaimana bisa. Siapa manusia normal pengen punya mobil jelek, itu saja.

Artinya, pengusaha angkot sudah kepepet banget, mobilnya sudah tidak normal, akhirnya memakai sopir abal-abal. Mereka ingin bertahan hidup, jangan langsung dihakimi. Mereka punya semangat bertahan hidup, mereka tidak mau memakan bantuan beras miskin. Sekarang ini, bagaimana kita tingkatkan semangat ini agar angkot lebih aman, sopirnya lebih mengerti sopan dan santun.

Artinya, potensi sopir melakukan tindakan kriminal besar?

Iya

Menurut Anda, apakah peran pemerintah sudah maksimal membina sopir?

Menurut saya, konsep pembinaan nggak jelas. Harus dibuat lebih strategis, terus keterukurannya di Indonesia ini sering tidak jelas, jadi sudah ada pelatihan-pelatihan tetapi tidak terukur. Menurut saya, apa-apa itu mestinya jangan mubazir.

Berapa jumlah operator angkutan di Indonesia?

Sekitar satu setengah juta, tapi kalau plus pegawai-pegawai di dalamnya, termasuk sopir, jumlahnya antara 16 sampai 20 juta. Gede lho, jadi bayangin kalau itu diperbaiki.

Lalu apa harus dilakukan pemerintah?

Satu, jangan gampang banget ambil SIM sopir. Dua, ambil SIM kok mahal banget untuk angkutan umum. Tiga, dana buat pelatihan harus transparan, dimonitor.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.