Praktik jagal bayi di Cikini
Praktik aborsi masih terus berlangsung hingga kini. Mereka secara terang-terangan menawarkan jasa aborsi.
Hujan baru saja mengguyur kawasan Jakarta dan sekitarnya pada Jumat pekan kemarin saat merdeka.com menyambangi Jalan Raden Saleh, Cikini, Jakarta Pusat. Puluhan tukang ojek terlihat berjejer rapi di atas trotoar jalan sebelah kiri mengarah ke Stasiun Cikini.
Sekilas, memang tidak ada yang mengejutkan di jalan itu. Namun pemandangan aneh bisa terlihat ketika sepasang lawan jenis melintas di jalan tersebut. Sebuah teriakan juga kode akan keluar dari bibir para calo aborsi. "Mas mau ke klinik, biar saya bantu," ujar seorang calo bernama Hafis menawarkan jasa Aborsi, Jumat siang pekan kemarin.
Kode itu merupakan bantuan jasa bagi mereka yang pusing akibat cinta sesaat. Calo-calo itu bertebaran di sepanjang jalan Raden Saleh. Jika tak cocok, calo lain akan memanggil dan menawarkan jasa yang sama. "Bagaimana mas, bisa dibantu enggak," ujar Andi calo lain menawarkan.
Jalan Raden Saleh memang sudah kadung tersohor menjamurnya klinik aborsi. Berita soal penggerebekan praktik ilegal oleh aparat berwenang itu rupanya tak pernah membuat takut. Bahkan hingga kini terus tumbuh subur. Bedanya, klinik aborsi itu kini telah pindah di Jalan Salemba Raya, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.
Hafis seorang calo menawarkan jasa tersebut. Dia meyakinkan jika aborsi akan berlangsung dengan aman. Jika calon pasien setuju, Hafis bakal mengantarkan ke rumah seorang dokter di Jalan Salemba untuk berkonsultasi. Di sana, calon pasien bakal di aborsi, akan menjalani Ultrasonografi (USG). Tujuannya untuk mengetahui usia kandungan. Kemudian hasilnya akan dikonsultasikan dengan dokter bakal mengaborsi.
"Kalau memang belum siap, tidak jadi juga enggak apa-apa," ujar Hafis meyakinkan.
Andi, calo lain menawarkan jasa yang sama. Namun dia lebih sedikit berani untuk meyakinkan calon pasien aborsi. Cukup dengan uang Rp 3 juta, Andi menjamin akan mengurus semua proses aborsi. Jika calon pasien setuju, andi bakal mengantar langsung ke dokter berbeda di Jalan Salemba Raya.
"Pokoknya kamu terima bersih. Prosesnya saya yang urus semua," ujarnya menawarkan merdeka.com.
Sulit memang menembus masuk ke dalam praktik ilegal ini. Pertaruhannya nyawa. Merdeka.com selama seminggu mondar mandir di Jalan Raden Saleh untuk bisa masuk ke tempat praktik dokter khusus tukang jagal bayi ini. Namun dari beberapa calo ditemui meminta untuk membawa calon pasien bakal di aborsi.
Jika ada pasiennya, mereka langsung dengan sigap mengantarkan ke rumah seorang dokter yang mau mengaborsi. Dari empat orang calo di temui, ada dua nama dokter disebut bisa melakukan praktik ilegal ini. Kedua dokter itu menjalani praktik tertutup. Hanya orang yang menjadi rekomendasi calo bisa masuk dan bertemu dengan dua dokter ini.
Di sana calon pasien akan dipertemukan dengan dokter setelah sebelumnya membayar uang pendaftaran Rp 250 ribu. Untuk mengetahui kandungan, calon pasien akan menjalani USG. Proses ini wajib dilakukan untuk mengetahui usia kandungan dan harga bakal diberikan. Jika usianya masih di bawah tiga bulan, biaya aborsi cukup Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Sedangkan kalau sudah lebih, harganya ditentukan berdasarkan umur kandungan. Bahkan untuk usia kandungan lebih lima bulan, calon pasien aborsi harus diinapkan untuk menjalani operasi.
"Kalau lima bulan pasien harus diinapkan," ujar Hafis menuturkan.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Kepolisian Resort Jakarta Pusat, Komisaris Besar Hendro Pandowo tidak bisa dimintai keterangan. Telepon selulernya tidak menjawab saat dihubungi semalam. Sementara Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jakarta Pusat, Ajun Komisaris Besar Siswo Yuwono juga tidak bisa di hubungi.(mdk/arb)