LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Populer disebut tanpa dukungan

Hanya 5,88 persen responden ingat Wiranto sebagai calon presiden.

2013-08-05 07:56:00
Pemilu 2014
Advertisement

Hasil survei PDB (Pusat Data Bersatu) dirilis pertengahan Juli lalu di Grand Hotel Sahid Jaya, Jakarta Pusat, menunjukkan Ketua Umum Partai Hanura (Hati Nurani Rakyat) Wiranto merupakan salah satu calon presiden sering disebut masyarakat sebesar 25,6 persen. Dia berada di urutan keempat di bawah Ketua Umum PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) Megawati Soekarnoputeri meraih 30,9 persen.

Meski kerap disebut, hanya 5,88 persen responden ingat Wiranti sebagai kandidat RI-1. Dia ditinggalkan oleh Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra (Gerakan Indonesia Raya) Prabowo Subianto selalu diingat sebagai calon presiden oleh 20,59 persen responden.

Sedangkan 17,46 persen lainnya ingat Jokowi, dan 14,42 persen nama Megawati. Aburizal Bakrie tampil sebagai kandidat presiden paling diingat oleh 21,82 persen.

Untuk popularitas, Wiranto boleh berbangga hati. Simulasi survei oleh PDB dengan melempar pertanyaan calon presiden paling dikenal, Wiranto di urutan keenam sebesar 76,24 persen. Dari 16 nama diteliti, Megawati paling populer. Dia meraup 92,65 persen suara.

Meski begitu, sokongan buat Wiranto terbilang sangat minim. Hingga Juni lalu, elektabilitas Wiranto sebagai calon orang nomor satu di tanah air hanya 3,59 persen. Dia berada di urutan keenam dibawah Jusuf Kalla (5,47 persen), Ical (11,62 persen), dan Megawati (13,08 persen).

Sedangkan posisi kedua diduduki oleh Prabowo Subianto (19,63 persen). Pemuncak klasemen adalah Jokowi dengan 29,27 persen.

Wiranto mengaku heran dengan hasil beberapa lembaga survei. Padahal, hasil survei dilakukan Lembaga Survei Nasional (LSN) dia ada di tiga besar.

Dia menegaskan deklarasi dirinya dan Hary Tanoe bukan lantaran elektabilitas rendah. Menurut dia, peresmian keduanya agar makin dikenal masyarakat. "Bagaimana mungkin pemberi mandat tidak mengenal yang diberi mandat,” katanya kepada merdeka.com di kantor Dewan Pimpinan Pusat Hanura Rabu pekan lalu.

Pandangan lain datang datang dari kepala Departemen Politik dan Hubungan Internasional di Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips Jusario Vermonte. Dia mengatakan peluang Wiranto dan Hary Tanoe menuju istana cenderung kecil dan akan mudah dikalahkan pasangan lain. “Basis dukungan Hanura kecil sehingga kesulitannnya dobel. Harus diperkuat basis dukungan Hanura dulu, lalu perkuat basis dukungan dia,” katanya saat ditemui di kantor CSIS pertengahan Juli lalu.

Bahkan elektabilitas Wiranto juga tidak memperlihatkan gebrakan. “Dukungan terhadap Wiranto tidak terlalu banyak."(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.