LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Pilot buta tanpa bantuan ATC

Hasfrinsyah mengakui lalu lintas penerbangan di Jakarta padat.

2013-01-04 08:28:00
Jalur penerbangan
Advertisement

Pengelolaan frekuensi di langit Indonesia agaknya masih semrawut. Misalnya, beberapa kali frekuensi sinyal radio di sekitar bandar udara menyusup ke celah-celah komunikasi antara pilot di udara dan menara pengawas lalu lintas udara (Air Traffic Control/ATC).

Sebenarnya, keluhan itu sudah dilaporkan ke otoritas bandara, perbaikan juga sudah dilakukan, tapi mengatur sinyal tidak semudah membalikkan telapak tangan. Kenyataannya, menurut Jeffrey Adrian, pilot Garuda Indonesia, kebocoran masih saja terjadi.

Belum kelar masalah gangguan komunikasi, beberapa waktu lalu pilot maskapai Indonesia juga dibikin was-was. Penyebabnya ketika radar bandara mati. Padahal radar salah satu alat bantu vital navigasi pilot di udara. Radar dikendalikan oleh petugas ATC di bandara.

Lalu bagaimana pendapat Presiden Federasi Pilot Indonesia (FPI) Hasfrinsyah terkait pelbagai persoalan penerbangan itu. Berikut petikan wawancara pilot maskapai Garuda Indonesia itu dengan Muhammad Taufik dan Islahuddin dari merdeka.com di gedung Garuda Indonesia, Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, Rabu (02/01) sore:

Penerbangan di Indonesia sekarang padat. Benarkah pilot sulit menghubungi ATC sehingga butuh beberapa kali kontak?

Saat ini kita memang sedang membangun semua sektor, SDM pilot, infrastruktur, hingga ke maskapainya. Kalau penerbangan padat, memang itu benar adanya. Namun bagi kami, para pilot, tidak mengacu kepada itu. Sebab kami memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) dan tidak pernah memikirkan kepadatan itu. Kepadatan itu terjadi di semua bandara. Di luar negeri juga padat. Singapura misalnya, kepadatannya juga tidak karuan. Tetapi kita tidak akan mengkhawatirkan kepadatan itu.

Soal penerbangan itu kita bicara teknologi. Setiap kita bicara teknologi pasti butuh pelatihan. Agar orang bisa menjalani dengan baik harus ada prosedur dan disiplin. Jadi orang bicara penerbangan, itu soal teknologi, pelatihan, prosedur dan disiplin. Tetapi sejauh mana penerbangan itu berhasil, seorang pilot tidak bisa tanpa ditemani oleh ATC. Komunikasi bisa lepas landas itu atas perintah ATC.

Pilot bisa naik dan turun atas rekomendasi dan perintah ATC. Kalau bicara ATC, ada teknologi dan prosedurnya. Pilot dan ATC memiliki prosedur masing-masing, saya sebagai pilot tidak bisa masuk ke sana. Jadi kepadatan ada, tetapi kita jangan gentar dengan yang dianggap kepadatan itu.

Pengalaman Anda, apakah komunikasi pilot dengan ATC lancar. Misalkan, pernahkah frekuensi bocor?

Sejauh saya terbang selama ini komunikasi saya dengan ATC baik-baik saja. Tidak ada masalah signifikan. Kebocoran ada, sudah kami laporkan. Tetapi tidak signifikan.

Apakah Anda merasa terganggu dengan masalah itu?

Begini, udara itu luas. Tetapi tidak ada tempat sedikit pun melakukan satu kesalahan. Saya tidak boleh melakukan kesalahan. Kalau soal komunikasi, kami menyiasati melakukan komunikasi tepat dengan ATC. Jadi paling tidak kami menunggu giliran. Misalnya pilot A memanggil ATC belum ada jawaban, lalu kita memaksa masuk juga. Bearti kita mengalami kegagalan.

Ketika ada gangguan pilot melapor, apakah laporan-laporan itu ditindak lanjuti?

Ada yang sudah ditindaklanjuti. Saat ini jauh lebih baik. Kebocoran itu sudah mulai mengecil. Saya tidak tahu tugas siapa menindak, tetapi kami sudah melaporkan kepada ATC. Pasti ada tindak lanjutnya. Kondisinya sudah mulai membaik. Gangguan itu juga tidak setiap hari. Kadang ada, kadang tidak.

Radar bandara dibuat tahun 1995. Artinya kini berumur 18 tahun. Padahal ada yang bilang seharusnya radar diganti setelah sepuluh tahun?

Saya tidak tahu soal umur radar, dibuat kapan. Tetapi kalau benar itu adanya, saya mengharapkan instansi terkait mengganti lebih baik. Tolong, kalau memang SOP-nya barang itu harus diganti, saya minta diganti. Tetapi kembali, kapan harus diganti, itu urusan ATC.

Meski tua, ATC beralasan perawatan berkala terus dilakukan?

Kalau soal perawatan, ada teknisi merawat. Dia bertanggung jawab menandatangani layak pakai atau tidak radar itu. Sejauh mana layak pakai sehingga alat itu bisa dipakai. Adakah laporan, katakanlah auditnya itu mengatakan ini alatnya masih layak pakai atau tidak. Tetapi saya tidak tahu persis yang membuat acuan itu apa.

Sama seperti pilot. Seorang pilot duduk di pesawat, dia tidak boleh menghidupkan apapun sebelum dia melihat buku perawatan mesin. Begitu hasil laporan perawatan mesin ditandatangani oleh teknisi, pesawat ini bisa dipakai, sebagai pilot tidak bisa menerima begitu saja. Kita cek lagi, benarkah yang ditandatangani teknisi ini.

Kabarnya di radar kita belum ada batas minimal ketinggian?

Sepengetahuan saya di radar itu ada kecepatan, arah, dan ketinggian. Kalau batas minimal ketinggian memang tidak ada.

Beberapa waktu lalu radar mati. Sebagai pilot apa komentar Anda?

Pertama saya berterima kasih kepada pilot menjalankan SOP dengan baik. Saya memberi apresiasi kepada mereka yang bertugas. ATC juga sudah melakukan terbaik. Soal kejadian itu semua pihak tidak menghendaki dan itu sebenarnya sudah selesai, tidak ada masalah lagi. Kejadian itu menjadi yang pertama dan terakhir.

Saya ceritakan SOP dijalankan salah satu pilot. Saat itu dia keluar dari Jakarta menuju Jambi, waktu keluar dari Jakarta komunikasinya dengan Jakarta tidak ada. Namun dia berhasil menghubungi Palembang. Dengan begitu dia sudah punya nyawa lagi. Dari palembang dia kembali menghubungi Jambi. Itu pilot yang benar. Ini SOP-nya ATC bagus, keduanya jalan.

Memang ada yang dirugikan, untuk masalah keamanan menjadi tidak nyaman. Tetapi masalah ini sudah dijalani dua organiasasi berbeda ini. Menurut saya, ini satu mata rantai baik.

Biodata

Nama:
Kapten Hasfrinsyah Hs.

Jabatan:
Presiden federasi Pilot Indonesia

Pendidikan:
Lembaga Pendidikan Penerbangan Udara-sekarang Sekolah Tinggi Penerbangan, Curug, Tangerang (1977)

Pengalaman Pilot:
Pilot Merpati Nusantara, di Papua, Kalimantan, dan Sumatra (sejak 1977)
Pilot Garuda Indonesia (1990-sekarang)

Jenis Pesawat pernah ditebangkan:
Pesawat perintis, jet pesawat fokker 28, Airbus A330, Boeing 737 - 800 NG

Jam terbang:
Sudah mengantongi 34 ribu jam terbang.(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.