LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Mesti jitu jika ingin laku

Membuka gerai makan memang tidak mudah. Harus menjaga kepercayaan pelanggan jika ingin bertahan.

2016-11-17 07:03:00
Bisnis Kuliner
Advertisement

Rumah makan adalah usaha menyajikan hidangan kepada masyarakat dengan harga tertentu. Bisnis ini pertama kali dikenal di Timur Tengah pada abad ke-9, di mana seorang bisa menikmati dan membeli seluruh jenis makanan yang disediakan.

Di era modern, bisnis rumah makan tak melulu menyajikan makanan dengan rasa jempolan. Mesti banyak akal jika ingin bertahan dan menambah pelanggan. Ternyata, rasa bukan segalanya. Suasana restoran juga berperan penting.

Manager restoran 'Hospital', Fahrizal menilai buat mempertahankan bisnis rumah makan harus menonjolkan kenikmatan makanan dan suasana. Sebab, beberapa rumah makan saat ini memiliki ciri khas tersendiri.

"Sekarang menjual kenikmatan dan masakan. Persaingan bernuansa dalam arti menjual interior," kata Fahrizal kepada merdeka.com.

Pria akrab disapa Rizal ini mengatakan, menu di restoran dikelolanya yang spesial yakni Ayam Goreng Mentega dan Nasi Gila. Selain itu, juru masak juga meracik minuman Ice Tea dicampur jeli mirip organ tubuh manusia.

"Ice tea Organ Manusia dibikin jeli dan beberapa bentuk kayak mata, lidah, kuping dan lain-lain," ujar Rizal.

Rizal menyatakan, buat membuka bisnis restoran itu, sang pemilik merogoh kocek hingga ratusan juta rupiah. Dia mengaku gerainya ramai saat waktu makan siang dan jam pulang kerja.

Buat menarik pengunjung, Rizal menawarkan diskon dan promo pada minggu ketiga. "Untuk mempertahankan, selama berjalan dari empat tahun ini sama yang lain promo dan diskon, dan program makan gratis bulan minggu ketiga banyak," ucap Rizal.

Rumah makan Travelmie juga menawarkan konsep baru dalam usaha warung mi instan. Menu mereka jual beberapa sama, dengan tambahan lainnya.

"Ya kalau kita ingin berjalan survive, kita harus memberikan pelayanan yang maksimal kepada customer. Jangan membuat customer itu komplain," kata manajer Travelmie, Nasir.

Nasir mengatakan, menu disajikan Travelmie berasal dari Indonesia. Tak ada satu pun masakan dari luar negeri. Menu yang ditawarkan mie dan nasi bakar sebagai pelengkap.

"Menu ini ciri khas. Mi instan yang kita sajikan mi persis sama yang di bungkus tampilannya, tidak ada merubah satu pun," ujar Nasir.(mdk/ary)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.