Menang lantaran pesaing usang dan membosankan
Jokowi menghadapi pesaing orang-orang lama dan dianggap tidak menarik lagi.
Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Joko Widodo mencoba cuek dengan hasil survei terus mengerek namanya sebagai calon presiden 2014 paling tersohor.
"Sudahlah, jangan godain saya. Jangan manas-manasi," kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri pelantikan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Sidarto Danusubroto di kompleks gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Senayan, Jakarta, Senin dua pekan lalu. Meski begitu, tak sedikit tokoh politik di luar Partai Ddemokrasi Indonesia Perjuangan ingin meminang dirinya.
Sebut saja Partai Golongan Karya ingin menyandingkan dia dengan Aburizal Bakrie. Kemudian Amin Rais berhasrat Jokowi bisa berduet dengan Hatta Rajasa. Dia juga diminta ikut konvensi Partai Demokrat.
Pengamat politik Yudi Latif menerangkan terus naiknya elektabilitas Jokowi karena pesaing yang ada wajah lama dan dianggap membosankan. "Lagi pula figur yang lain sudah pernah dan memuakkan. Kalau Jokowi masih ada harapanlah,” kata Yudi menjawab pertanyaan merdeka.com selepas acara berbuka puasa bersama di kediaman anggota DPR Poempida Hidayatulloh, Jakarta, Selasa malam pekan lalu.
Prabowo Subianto pernah menjadi calon presiden pada pemilihan sebelumnya. Mantan presiden Megawati Soekarnoputeri sudah dua kali kalah sebagai kandidat presiden.
Yudi berharap Jokowi tidak gampang tergoda oleh rayuan para pendukungnya. Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta ini mesti menyelesaikan dulu persoalan-persoalan Jakarta. "Kadang pendukung ingin menjebloskan,” ujarnya.(mdk/fas)