LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. KHAS

Koruptor selalu libatkan anak dan istri

Koruptor kakap selalu miliki manajer investasi.

2013-05-17 07:28:00
KPK
Advertisement

Akhir-akhir ini, publik dikejutkan oleh harta pelaku korupsi disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Pencucian uang dari hasil dugaan korupsi disimpan atas nama orang terdekat.

Lihat saja kasus menjerat Djoko Susilo, kasus Al-Quran melibatkan Zurkarnaen Djabar, dan terakhir kasus mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera Luthfi Hasan Ishaaq. Kebanyakan aset tertulis atas nama istri atau orang lain.

Bahkan Ahmad Fathanah, teman dekat Luthfi, dari hasil penelusuran KPK, menyembunyikan hartanya di puluhan orang, termasuk istri sah atau sirinya serta artis. “Koruptor biasanya mengalirkan dana ke keluarga. Dari satu ke banyak orang atau banyak orang ke satu,” kata Wakil Ketua Pusat Pelaporan Analisa Transaksi Keuangan Agus Santoso.

Berikut penjelasan Agus Santoso ketika ditemui Alwan Ridha Ramdani, Islahuddin, dan Arbi Sumandoyo dari merdeka.com Selasa lalu di ruang kerjanya.

Dari pantauan PPATK, bagaimana koruptor menyembunyikan uangnya?

Modus TPPU (Tindak Pidana Pencucian Uang) umumnya ada tiga cara, yaitu placement, dari uang korupsi langsung ditaruh, misalnya di bank, asuransi, atau mobil. Tahap kedua layering, misalnya disimpan di bank tapi dalam bentuk deposito, tabungan, polis cucu dan lain-lain. Lalu diintegrasikan, artinya pencairam deposito seolah memberi aset seperti mobil atas nama anak, istri, dan lainnya. Lalu dicairkan atau dijual dengan anggapan dapat uang dari jual mobil atau rumah.

Cirinya lebih menggunakan keluarga?

Ada beberapa ring, ring pertama biasanya menggunakan anak-istri, kedua biasanya pembantu, ajudan, sopir, keponakan, atau yang hidup di sekitar rumah. Ring ketiga adalah staf atau yang bekerja dengan pelaku, dan keempat menggunakan orang bisa dipengaruhi. Misalnya, menggunakan perjanjian utang piutang semu.

Koruptor biasa mengalirkan dana ke keluarganya. Dari satu ke banyak orang atau banyak orang ke satu. Tipologinya menggunakan keluarga. Misalnya kasus Melinda Dee, dengan mengirimkan kepada suami sirinya. Tersangka lain di KPK mengucurkan dana kepada istrinya-istrinya, ayah kepada anak, kakak dan adik, anak-bapak, bahkan kakek ke cucu. Ini kasihan, keluarga seharusnya jadi kontrol nilai sudah hilang kontrol nilainya.

Sampai berapa lapis keterlibatannya?

Kalau kejahatan kerah putih, rumit dan kompleks, melibatkan banyak orang. Yang saya prihatin adalah menggunakan anak muda. Misalnya dalam kasus Wa Ode Nurhayati, banyak menggunakan anak muda. Sekarang AF, menggunakan orang-orang bisa dipengaruhi.

Jadi banyak sekali yang menggunakan anak muda. Ini menjadi kegalauan saya. Mentalitasnya sudah begini, kok sekarang yang muda-muda kelahiran 1975 sampai 1980 sudah seperti ini. Mengerikan bagi Indonesia ke depan.

Tipologi pencucian uangnya bagaimana?

Koruptor kakap pasti punya tangan kanan, punya semacam manajer investasi yang bantu ngumpet-ngumpetin. Seperti dalam banyak kasus korupsi ditangani KPK. Misalnya dalam dugaan korupsi pengadaan Al-Quran, dugaan kasus korupsi Hambalang, atau dalam kasus teranyar tengah diusut KPK.

Sejauh mana peranan manajer ini?

Mengutip dari buku Muchtar Lubis, sejak 1800 setiap pejabat punya cukong masing-masing. Di zaman Orde Baru disebut cukong, sekarang ini mereka memainkan uang ini. Tapi tipologinya beda-beda dalam penyalurannya. Misalnya anak pejabat A mendapatkan uang dari cukong sampai jutaan untuk belanja bukan dari bapaknya atau para pegawai negeri mendapatkan kiriman sampai puluhan juta juga. Cukong ini berperan mengatur-ngatur. Sekarang ini mungkin disebut broker atau semacam manajer.

Penempatan dananya lebih banyak ke mana?

Koruptor agak berumur, mereka banyak beli tanah, mobil, dan emas. Sedangkan koruptor muda-muda membeli saham, reksadana, dan polis asuransi. Cara pembeliannya pun terkesan legal. Misalnya jika membeli mobil, mereka pakai lembaga pembiayaan supaya tidak kelihatan. Kalau beli langsung akan ketahuan PPATK.

Saya melihat bapaknya korup Rp 2 miliar, uang diberikan kepada istrinya dan istrinya beli mobil empat harga Rp 600 jutaan, tiga bulan lunas. Seolah jual beli dan pindahkan atas nama orang lain.

Pencucian uang lebih banyak dilakukan oleh politisi?

Eemmm.. Ini karena baru dimulai, berbarengan penggabungan penuntutan dengan menggunakan TPPU selain undang-undang korupsi, narkotika atau lainnya. Nanti kita lihat statistiknya ke depan.

Korupsi paling gede dilakukan politisi?

Korupsi paling gede itu sudah direncanakan, bikin anggaran, bikin proyek, atau berjamaah, sistematis. Semua pura-pura tidak tahu, seolah bikin usulan dari bawah, yang atas setuju. Pengglembungan sama-sama, semua setuju. Ini yang susah. Maka harus dikembangkan pola pelaporan oleh pembocor rahasia. Korupsi bisa saja kebijakan. Korupsi direncanakan paling bahaya.

Apakah menggunakan istri siri atau muda sudah banyak terlihat?

Dari dulu TPPU menggunakan nama orang ketiga, terutama keluarga. Apakah itu artis atau istri siri, tua muda atau lainnya PPATK tidak tahu. Kita melihat dari pembukaan rekening, dalam penggunaan rekening namanya siapa. Tiba-tiba ternyata dia artis. PPATK tidak tahu karena kita tahunya nama A dan di luar yang terkenal nama inisialnya.

Kalau pola politisi untuk mencuci uang hasil korupsi bagaimana?

Kalau politisi saya tidak begitu memperhatikan. Tapi tipologi secara umum kalau dia koruptor besar pasti ada manajer investasi. Hampir semua koruptor melibatkan anak atau istri. Bahkan, anak bayi pun dikasih polis sampai miliaran. Mereka tidak mikir lagi uang halal atau uang haram.jakarta(mdk/fas)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.