Kelas khusus mahasiswa spesial di Politeknik Negeri Jakarta
Bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, mengenyam pendidikan tinggi masih merupakan angan-angan. Hampir tidak ada kampus yang menyediakan jurusan khusus bagi mereka. Padahal, untuk bisa kuliah, para penyandang disabilitas membutuhkan fasilitas dan perlakuan yang khusus.
Bagi para penyandang disabilitas di Indonesia, mengenyam pendidikan tinggi masih merupakan angan-angan. Hampir tidak ada kampus yang menyediakan jurusan khusus bagi mereka. Padahal, untuk bisa kuliah, para penyandang disabilitas membutuhkan fasilitas dan perlakuan yang khusus.
Hal inilah yang menjadi perhatian dari Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) yang kampusnya terletak di Depok, Jawa Barat. Sejak 2013, kampus yang dulu disebut dengan Politeknik Universitas Indonesia ini, membuka program Manajemen Pemasaran untuk Warga Negara Berkebutuhan Khusus(MP-WNBK). Tempat kuliahnya berada di salah satu gedung yang berada di kompleks kampus PNJ.
Saat merdeka.com berkunjung, Kamis (15/9) lalu, tidak ada petunjuk lokasi tempat perkuliahan. Hanya ada satu papan nama bertuliskan progam tersebut di depan gedung. M Jamal Al-Bakri (36), dosen yang mengajar mata kuliah agama, etika, dan moral menceritakan program khusus tersebut dicetuskan mantan Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Djalal dan Direktur PNJ Abdillah. "Kami mendirikan program tersebut karena di Indonesia belum ada setingkat perguruan tinggi untuk warga negara berkebutuhan khusus," ujarnya.
Jamal menyebutkan, program ini merupakan satu-satunya jurusan (konsentrasi) di perguruan tinggi yang membuka program dan mengeluarkan ijazah bagi penyandang disabilitas di Indonesia bahkan di ASEAN.
Kelas mahasiswa disabilitas Politeknik Negeri Jakarta ©2016 Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin
Legalitas program khusus itu disahkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Nomor 96/F/0/2013 yang terbit pada tanggal 17 April 2013. Ada empat konsentrasi yang dibuka yaitu yaitu Konsentrasi Aplikasi Komputer dan Programming, Konsentrasi Desain Grafis, Konsentrasi Art and Craft, dan Konsentrasi Seni. Sayangnya meski sudah mendapat SK resmi, hingga kini, belum ada gedung khusus untuk perkuliahan bagi para mahasiswa. Para mahasiswa yang ada saat ini menumpang kuliah di salah satu gedung milik PNJ.
Dia menambahkan, saat program tersebut dibuka, kegiatan perkuliahan bertempat di gedung serba guna di PNJ. Kemudian, kegiatan perkuliahannya dipindah lagi ke gedung arsip yang berada di lantai satu. Terdiri dari 10 kelas dengan ukuran ruangan yang berbeda-beda. Saat ini, kata Jamal terdapat 79 mahasiswa yang aktif mengikuti perkuliahan. "Di angkatan pertama, sudah ada 20 orang yang lulus," kata Jamal.
Jumlah dosen yang mengajar di program setara D III atau diploma ini terdapat 17 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda-beda. Untuk bisa berkuliah di program ini, para calon mahasiswa harus melewati beberapa tahapan dari administrasi hingga tes psikologis klinis yang terdiri dari tes kepribadian dan tes menggambar. Orang tua calon mahasiswa juga harus menyerahkan catatan medis anaknya serta mengisi assesment. Pihak kampus juga meminta catatan penilaian dari guru sekolah asal.
Syarat ini, kata Jamal, agar pihak kampus bisa menyesuaikan kebutuhan apa yang harus disediakan untuk para mahasiswa khusus tersebut. Sama dengan mahasiswa reguler lainnya, ketika memasuki awal perkuliahan mereka pun diwajibkan untuk mengikuti orientasi mahasiswa baru. "Dulu ospeknya digabung dengan mahasiswa reguler, tapi sekarang tidak," tukasnya.
Kelas mahasiswa disabilitas Politeknik Negeri Jakarta ©2016 merdeka.com/intan
Di awal perkuliahan, semester satu dan dua, para mahasiswa khusus itu harus mengikuti mata kuliah yang diwajibkan. Kemudian di semester tiga, kata Jamal, para mahasiswa ini bisa memilih konsentrasi mana yang diminati dengan bantuan dan arahan dosen.
"Kalau mereka memang memaksa untuk memilih sendiri konsentrasi tertentu, kita akan coba sepekan untuk bisa menempatkan mereka di pilihannya, dengan beberapa kuis. Kalau mereka mau tapi tidak bisa melakukannya nanti akan menyebabkan mereka stres," kata Jamal.
Metode perkuliahan mereka berbeda dengan mahasiswa reguler di PNJ. Mahasiswa MP-WNBK lebih banyak melakukan kegiatan praktikum dibanding dengan teori. Di dalam kelas para dosen mengajar dengan memperhatikan masing-masing mahasiswa karena tiap mahasiswa membutuhkan perhatian yang berbeda.
Untuk lulus dari program ini, para mahasiswa mendapatkan tugas akhir di semester enam. Dari empat konsentrasi tersebut, mahasiswa semester akhir diwajibkan untuk membuat karya dan dipamerkan sebagai tugas akhir.
"Tahun kemarin, sudah melakukan pameran sebagai tugas akhir di Gedung Kesenian Usmar Ismail, Kuningan, Jakarta Selatan. Di sana para mahasiswa semester akhir, memamerkan hasil karyanya dan mempertunjukkan karya seni teater dan tari. Mereka pada saat mengerjakan TA juga ada yang membimbing, kemudian ketika seminar ada tiga dosen yang menguji mereka. Mereka juga sama kayak yang reguler pake dasi dan jas rapi," kata Jamal.
Biaya perkuliahan per semester di program MP-WNBK pada saat ini menurut Jamal berkisar Rp 8 juta-Rp 10 juta. "Kalau tidak salah tahun kemarin berkisar Rp 8 jutaan," ungkap Jamal.